Berikut, Tips Aman Saat Mudik Lebaran
Pada momen Lebaran banyak warga yang mudik ke kampung halamannya untuk bersilaturahim dengan sanak saudara. Tentunya, saat mudik itu rumah bakal ditinggalkan dan sangat mungkin tak berpenghuni.
Pada momen Lebaran banyak warga yang mudik ke kampung halamannya untuk bersilaturahim dengan sanak saudara. Tentunya, saat mudik itu rumah bakal ditinggalkan dan sangat mungkin tak berpenghuni.
Menjelang arus mudik lebaran tahun 2018, berbagai persiapan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Termasuk rapat koordinasi bersama lintas sektor di ruang angling dharma Pemkab Bojonegoro, Rabu (30/5/2018), para Camat diperintahkan ikut memantau arus mudik nantinya.
Di Bulan Ramdan 1439 Hijriyah, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro adakan kegiatan Kajian Ramadhan dengan tema 'Politik Nilai Untuk Islam Berkemajuan'. Kegiatan itu, dilaksanakan di Aula Bawah Masjid At-Taqwa Kabupaten Bojonegoro, pada hari Minggu, (26/5/2018).
Di bulan Ramadan 1439 Hijriyah, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro menggelar kegiatan Kajian Ramadan dengan tema 'Politik Nilai untuk Islam Berjemajuan'. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Bawah Masjid At-Taqwa Kabupaten Bojonegoro, pada hari Minggu, (26/5/2018)
Masih ingat tentang sumur yang disebut-sebut oleh masyarakat sebagai sumur tiban, tepatnya di area persawahan Dusun Ngembet, Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sumber air yang sempat viral sekitar bulan Januari 2018 lalu itu kini terlihat sepi, sangat berbeda saat ramai dulu.
Rilis nama-nama mubaligh yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) Pusat dinilai banyak menimbulkan multitafsir, bahkan bagi para mubaligh yang namanya tercantum.
Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro mengaku selama ini tidak pernah diminta untuk menyetorkan nama-nama mubaligh atau penceramah yang ada di Kabupaten Bojonegoro, oleh Kementerian Agama Pusat. Padahal Kemenag Pusat telah merilis 200 nama mubaligh beberapa waktu lalu.
Perlahan-lahan kuas mulai bergerak. Menutup tembok-tembok kosong dengan berbagai warna. Perlahan demi perlahan karakter-karakter mulai terlihat. Sambil memandang, pelukis mengusap keringat yang menetes di dahi, dan kemudian melanjutkan lagi karyanya.
Menjadi pelayan publik seperti saat ini, mungkin tak pernah terbersit sebelumnya di benak Camat Ngambon, Muridan. Sejak kecil, pria kelahiran Bojonegoro, 28 April 1966 asal Desa Temu, Kecamatan Kanor itu mempunyai cita-cita menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan negara dengan menjadi guru.
Salah satu permasalahan umum saat menjalankan ibadah puasa adalah bau mulut tak sedap.