Ratusan Warga Bojonegoro Berburu Ikan Mabuk di Sungai Bengawan Solo
Ratusan warga Kabupaten Bojonegoro berburu ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo. Fenomena tersebut, kerap terjadi ketika memasuki musim penghujan, dan tinggi muka air (TMA) meningkat.
Ratusan warga Kabupaten Bojonegoro berburu ikan mabuk di Sungai Bengawan Solo. Fenomena tersebut, kerap terjadi ketika memasuki musim penghujan, dan tinggi muka air (TMA) meningkat.
Warga Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Solikin (55) yang diduga tenggelam saat mencari ikan mabuk atau 'pladu' di Sungai Bengawan Solo turut Desa Tanggungan, Baureno belum ditemukan.
Fenomena ikan mabuk atau pladu, dimanfaatkan masyarakat sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo untuk mendapatkan ikan. Namun, pada saat pladu di Sungai Bengawan Solo Bojonegoro diduga 1 orang tenggelam saat mencari ikan, Rabu (3/1/2024).
Menjadi rutinan warga di bantaran Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro untuk berduyun-duyun mencari ikan mabuk. Tepatnya saat ketinggian air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu bertambah besar.
Warga di bantaran Bengawan Solo dari hulu sampai hilir hampir dipastikan mengenal ikan Arengan atau wilayah lain menyebut Areng-Areng.
Naiknya debit sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro membawa berkah tersendiri bagi warga yang tinggal di bantaran.
Seminggu terakhir ini, media sosial terutama Facebook benar-benar meriah dengan tiga kata; pladu, munggut dan ngumboh.
Warga sekitar bantaran sungai Bengawan Solo wilayah Kabupaten Bojonegoro, hari ini Rabu (29/11/2018) panen ikan. Fenomena ikan mabok biasanya oleh masyarakat sekitar sering disebut pladu atau munggut. Terlihat, masyarakat ada yang membawa seser maupun kayu yang diberi paku sudah bisa mendapatkan banyak ikan. Ikan yang paling banyak didapat warga adalah jenis ikan bader, dan pula ikan jambal.
Fenoma alam ikan mabok yang terjadi di Sungai Bengawan Solo wilayah Kabupaten Bojonegoro, yang biasa disebut pladu atau munggut, adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat bantaran bengawan saat debit air naik, karena air berwarna kecokelatan dan keruh, sehingga membuat ikan mengambang ke permukaan atau menepi.