Dalam Rangka Peringati Hari lahir Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar putri (KPP) ke-53, Pimpinan Cabang (PC) Bojonegoro menggelar acara apel dan doa untuk muasis Nahdlatul Ulama di Aula PC NU Bojonegoro, Jumat (3/11/2017).
Menginjak usia ke-340, Bojonegoro dan masyarakatnya sudah semakin tumbuh. Nama Kabupaten Bojonegoro kini sudah sangat familiar di telinga masyarakat nusantara. Prestasi demi prestasi diraih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Angka kemiskinan menurun, pendapatan daerah meningkat. Geliat ekonomi masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan bergulirnya industri minyak dan gas bumi di kota ledre ini. “Meski masih ada yang harus dievaluasi dan perlu inovasi, namun kita patut berbangga dengan semangat positif dan kemandirian masyarakat yang semakin hari kian meningkat,” ucap Bupati DR. Suyoto, M.Si.
Ribuan mahasiswa yang tergabung antara Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri dan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, Deklarasi melawan Radikalisme Dan Intoleransi di gedung Islamic Center, Rabu (1/11/2017) pagi.
Pasca terungkapnya kasus pembunuh dan pembuang bayi di Desa Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, EA mengakui semua perbuatannya. Namun pacar pelaku yang masih berusia 21 tahun itu tidak dapat diproses hukum.
Masih dalam rangka momentum Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017 lalu, Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas, menggelar Pawai Ta'aruf, Minggu (29/10/2017).
Pelaku pembunuhan dan pembuangan bayi di Desa Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, EA mengakui semua perbuatannya. Sebelum jasad bayi yang dilahirkannya di kandang rumah, wanita berusia 21 tahun tersebut rencananya akan membuang darah dagingnya yang sudah tidak bernyawa itu ke Bengawan Solo.
Polres Bojonegoro akhirnya berhasil mengungkapkan identitas ibu yang membuang jazad bayi di Desa Sembung Kecamaan Kapas, Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu. Tersangka berinisial EA (21) warga setempat.
Adanya oknum yang menemui pembantu Rektor II Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang mengaku utusan Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro, membuat geram. Sehingga Kapolres Wahyu akan segera memanggil oknum tersebut.
Dengan bertempat di Aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/10/2017), Komandan Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Heri Subagio dan Kapolres Bojonegoro, Wahyu Sribintoro resmi dikukuhkan menjadi anggota kehormatan Pagar Nusa Cabang Bojonegoro.
Sebanyak 1.326 pendekar baru Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) Cabang Bojonegoro, hari ini resmi dikukuhkan. Pengukuhan tersebut langsung dipimpin oleh ketua umum Pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa Nabil Harun, di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Sabtu (21/10/2017).