Sendang yang bertempat di Dusun Grogolan, Desa Ngunut, Kecamatan Dander saat masih menjadi tempat wisata alternatif saat hari libur, seperti hari ini senin (24/4/2017) yang merupakan libur nasional memperingati Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW.
Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Balen bertekad memperkuat perekonomian masyarakat setempat. Hal itu dilakukan, setelah dilaunchingnya Baitul Mal wa Tanmil (BMT) Nashrul Ulum (NU), bersamaan dengan acara harlah NU ke 94, isro' mi'roj Nabi Muhammad dan memperingati 40 hari wafatnya KH. hasyim Muzadi.
Pasar kerajinan kayu jati masih tetap diramaikan beragam kerajinan. Kebutuhan konsumen yang cenderung pada kerajinan tertentu itu, nampaknya memang menyesuaikan apa yang sedang dibutuhkan konsumen. Dan seperti bulan-bulan yang lalu kerajinan dari kayu jati ini masih didominasi dari tempat air minum kemasan gelas.
Meningkatkan kreatifitas dalam menulis dirasa sangat diperlukan untuk masa sekarang ini, terlebih lagi untuk para kaum muda. Sehingga Yayasan Az-Zakia menggelar seminar dan pelatihan menulis, Sabtu (22/4/2017).
Untuk memeperingati hari besar Hari Kartini, Madrasah Islamiyah Nadhalatul Ulama' (MINU) Unggulan Walisongo, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro menggelar rangakaian acara yang diikuti sekitar 750 peserta, Sabtu (22/4/2017).
Warga Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro digegerkan dengan penemuan tengkorak kepala manusia di kebun blimbing desa setempat. Jasmani (41), pencari rumput yang menemukan tengkorak manusia mengadukan kepada perangkat desa setempat dan dilaporkan ke Polsek Kalitidu.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Daerah Atas Angin, selalu memberikan manfaat bagi warga setempat. Baik sebelum menjadi tempat wisata hingga saat ini. Dulu sebelum diresmikanya Wisata Negeri Atas Angin pada tanggal 1 Januari 2015, masyarakat setempat pernah membabat lahan Perhutani di tempat tersebut untuk ditanami jagung dan tanaman lainya.
Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) Temayang, yang pada hari jumat (14/4/2017), melakukan penelitian Skin Problem Solving (SPS) di Wisata Negeri Atas Angin, di Desa Deling, Kecamatan Sekar merilis hasil penelitian tersebut.
Pengurus Anak Cabang (PAC), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Kecamatan Temayang, Jumat (14/4/2017), mengadakan kegiatan SPS (Skien Problem Solfing), di kawasan Wisata Atas Angin, yang berada di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.