Skip to main content

Category : Tag: Opini


Semua Ditangani Teknologi, Tugas Guru Apa?

Saat ini pendidikan memang mengalami tantangan yang luar biasa. Dunia di luar tembok sekolah dan universitas telah berubah sangatlah besar. Sekarang kita dapat melakukan diskusi virtual walaupun pesertanya berada di berbagai benua. Misalnya, kini sudah muncul penyedia perpustakaan digital. Semua orang dapat mengakses dan mengunduh buku atau jurnal secara gratis. Informasi juga dapat diperoleh dengan mudah lewat berbagai sumber. Kini berkembang kelakar, semua sudah ditangani teknologi, tugas guru apa?

Ancaman Pemilu, Kecurangan dan Hoax

Ancaman besar itu bukan Golput. Gerakan Golput yang diinisiasi oleh beberapa orang intelektual di beberapa daerah dengan kampanye melalui kaos, film dll ternyata bukan masalah utama dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Dampak Gerakan Golput terhadap jumlah penggunaan hak pilih tidak signifikan, atau bahkan tidak ada. Pasalnya di sekitar 30 TPS yang telah kami pantau penggunaan hak pilih meningkat dibandingkan Pilkada 2018 kemarin. Ini menunjukkan dampak Gerakan Golput yang dikhawatirkan itu tidak benar-benar terjadi.

Proyek Puluhan Miliar Terancam Gagal Bayar

Bupati Berencana Minta Legal Opini

Hingga saat ini, polemik antara Forum Kontraktor dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tak kunjung selesai. Terlebih Bupati Bojonegoro berencana meminta Legal Opini (LO) kepada Kejari Bojonegoro.

ILC, Bahasa dan Kesantunan Kita

Bahasa memiliki arti yang sangat penting dalam dunia politik. Bahasa menjadi media yang ampuh untuk menanamkan ideologi, merebut atau mendapatkan, serta mempertahankan kekuasaan.. Pada hakikatnya Setiap teks selalu terkandung ideologi. Bahasa tidak dapat dipandang sebagai entitas yang netral, tetapi memiliki ideologi yang membawa muatan kekuasaan. Ideologi dan kekuasaan tercermin dalam pemakaian kosakata, kalimat, dan struktur wacana. Bahasa sebagai sebuah teks adalah satu sistem tanda tergorganisir yang merefleksikan sikap, keyakinan dan nilai-nilai tertentu. Maksim merupakan petuah atau kesepakatan yang menuntun percakapan. Penutur dan petutur diharapkan dapat bertutur dengan baik sesuai dengan pemahaman terhadap penerapan prinsip kesantunan. Oleh karena itu, Prinsip kesantunan sangat penting untuk menjalin komunikasi yang lancar dan tanpa menyakiti perasaan orang lain.

Bertahan dari Provokasi Kemewahan

Tujuan hidup semua orang adalah mendapatkan kebahagiaan. Tidak hanya dunia. Manusia beriman juga menginginkan hidup bahagia setelah dunia. Namun, apakah kebahagiaan itu adalah kemewahan? Mari kita urai bersama.

Petani Bojonegoro, Dari Subsistensi Menuju Reinvestasi dan Ekspansi

Bojonegoro lumbung pangan dan energi. Begitulah kalimat yang sempat populer beberapa tahun lalu. Bukan soal slogan saja, Bojonegoro memang punya banyak sawah ladang, angkatan kerja petani dan juga produk pertanian. Mulai dari padi, bawang merah, cabai, tomat hingga tembakau. Soal kesejahteraan petani, ada yang di atas rata-rata dan banyak juga yang masih di bawah garis kemiskinan. Ini bukan sekedar permasalahan kebijakan dan program pemerintah. Namun, juga paradigma berpikir para petani Bojonegoro serta sarana dan prasarana untuk menuju yang lebih baik.

Mengoptimalkan Fungsi Masjid

Membaca buku karya Supardi dan Teuku Amiruddin yang berjudul "Konsep Manajemen Masjid: Optimalisasi Peran Masjid" (2001), menarik sekali sisi uraian pendahuluannya setelah penulis baca. Kritik pedas –penulis buku– alamatkan kepada segenap Takmir Masjid yang mengabaikan bagaimana mengelola masjid agar berfungsi secara optimal. Tujuannya tidak lain, ingin menggugah para Takmir Masjid agar keberadaan masjid bisa difungsikan perannya sebagaimana masa Rasulullah Saw. Terlebih, jumlah Masjid di Provinsi Jawa Timur saja sudah ada 50.222 buah, pada Tahun 2013 bila mengutip http://simbi.kemenag.go.id pada laman Bimas Islam dalam Angka (BIDA), Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI.

Dinamika Perilaku Peserta Didik, Tinjauan Kurikulum dan Amanat UU Sisdiknas

Membicarakan persoalan dinamika perilaku peserta didik amatlah menarik. Sebab, hal tersebut sifatnya dinamis. Perlu kita sadari bersama, ada beberapa perilaku peserta didik yang perlu dibenahi. Untuk itu sebagai orang tua maupun pendidik haruslah merespon dinamika tersebut. Disini penulis ingin mencoba menguraikan dinamika tersebut dilihat dari sudut pandang amanat kurikulum dan UU Sisdiknas.

Mengatasi Anak Malas Mengaji

Beberapa hari yang lalu penulis sempat ngobrol dengan tetangga. Mulanya beliau bercerita tentang anak laki-lakinya yang tidak bisa baca Alquran, sebut saja namanya 'Diki'. Diobrolan itu, Diki ini termasuk anak yang malas belajar mengaji. Kalaupun ia berangkat mengaji itu hanya untuk menghindari omelan dari kedua orang tuanya yang selalu menyuruh untuk mengaji. Dan bisa ditebak, selama ia berangkat mengaji pasti tidak akan sampai ke tujuan, namun malah memilih ngobrol (cangkrukan) sambil merokok di warung dekat tempatnya mengaji.