Walaupun sudah sering dilakukan razia di tepi Bengawan Solo oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, namun masih banyak penambang pasir mekanik nekad menambang. Penambangan dilakukan di Kecamatan Malo dengan penempatan hasil tambang di Desa Kanten, Kecamatan Trucuk.
Setelah masalah penambang pasir di Dusun Pinggiran, Desa/Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro selesai, dengan melakukan penandatangan kesepakatan (MoU) kemarin, Rabu (19/4/2017). Hari ini, Kamis (20/4/2017) permasalahan tambang pasir di sungai bengawan solo kembali dikeluhkan warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Sejumlah warga yang bekerja sebagai penambang pasir di bantaran Bengawan Solo menandatangani kesepakatan bersama terkait peraturan pengambilan pasir, Rabu (19/4/2017).
Gara-gara sampah, dua tetangga bernama Ridwan (54) dan Yusuf (50) warga RT.16/RW.05 Dusun Mantup Desa Drajat, Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro terlibat perselisihan.
Agar para pendamping profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) atau yang akrab disebut Pendamping Desa Kabupaten Bojonegoro mengadakan rapat koordinasi (Rakor), Selasa (18/4/2019) di pendopo Malowopati Pemkab. Bupati Bojonegoro, Suyoto meminta para pendamping menerapkan prinsip OGP (Open Goverment Patnership).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro hanya bisa gigit jari, meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat, namun pesimis menentukan target proyeksi pendapatan pajak. Kemandirian keuangan Kabupaten Bojonegoro masih rendah, dibanding dengan tiga sumber pendapatan lainnya.
Udara yang sejuk dan sumber air yang jernih menjadi pemandangan menarik tatkala kita berkunjung ke Sendang Sampang, tepatnya terletak di Dusun Sampang Desa Buntalan Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Apabila anda dari Temayang atau Dander hendak ke Kecamatan Sukosewu, jalur Sendang Sampang adalah alternatif menuju kesana.
Menanamkan prilaku cinta lingkungan bersih dan nyaman di sekolah membuat suasana belajar menjadi sangat berkesan, sehingga merangsang setiap siswa dapat mengkreasikan kreatifitas masing-masing. Disamping itu, hal tersebut juga untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata.