Waspada Corona, Jangan Panik
Positif Reaktif dari Rapid Test, Pedagang Diisolasi di 2 Tempat
Tindak lanjut dari hasil rapid test di Pasar Kota Bojonegoro, bagi pedagang yang dinyatakan positif reaktif, akan dilakukan isolasi.
Tindak lanjut dari hasil rapid test di Pasar Kota Bojonegoro, bagi pedagang yang dinyatakan positif reaktif, akan dilakukan isolasi.
Hasil mengangetkan kembali terlihat saat rapid test di Pasar Buah Banjarejo Kecamatan Kota Bojonegoro dan Pasar Desa Dander, Kecamatan Dander. Dari 2 pasar tersebut, 82 reaktif hasil tesnya.
Tak hanya dilaksanakan di Pasar Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus corona sejak dini, juga dilakukan di Pasar Dander, Sabtu (9/5/2020) pagi.
Rapid Tes, 86 Pedangan Pasar Kota Bojonegoro Reaktif Positif
Memasuki hari puasa Ramadan 1441 Hijriah yang ke 14, sejumlah pedagang peci mengaku mulai meraup keuntuntungan yang sugnifikan karena tingginya permintaan selama bulan Ramadan.
Pasar Kota Bojonegoro akan kembali ditutup selama dua hari untuk kembali disterilkan, setelah sebelumnya juga ditutup selama satu hari pada 28 April lalu. Hal tersebut mengingat, sebanyak 86 pedagang di pasar Kota Bojonegoro dinyatakan reaktif pada rapid test yang digelar dini hari tadi, Kamis (7/5/2020).
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dini hari tadi, Kamis (7/5/2020) menggelar Rapid Test kepada para pedagang yang ada di Pasar Kota Bojonegoro. Dari 269 pedagang yang dilakukan Rapid Test, 86 pedagang dinyatakan reaktif Covid-19.
Sebagian besar pasar di Bojonegoro belum menerapkan physical distancing. Hal itu disampaikan Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan di Pendopo Kabupaten, Kamis (7/5/2020) bersamaan rilis hasil rapid test pedagang pasar kota.Â
Antusiasme nampak pada puluhan pedagang di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, untuk mengikuti rapid test Covid-19 di tiga titik lokasi, guna mengidentifikasi apakah pedagang pasar ada yang terinfeksi Virus Corona/Covid-19 atau tidak.
Untuk mencegah dampak penyebaran virus corona atau COVID-19 di Jawa Timur, mulai Rabu (6/5/2020) akan dilakukan pengaturan pasar.