Sebanyak 23 titik embung (waduk kecil) yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Bojonegoro, kondisi tampungannya telah kembali berfungsi secara optimal dan rampung dinormalisasi.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Sidak tersebut, memastikan secara langsung kelayakan keluarga penerima manfaat (KPM) yang ditempeli stiker “Keluarga Miskin”, Selasa (6/1/2026).
Tahun 2026 belum genap berumur panjang, tetapi rasa pening sudah lebih dulu menyergap banyak kepala desa. Bukan karena begadang, bukan pula karena cuaca yang tak menentu, melainkan karena satu hal yang sama-sama mereka pegang di meja kerja: angka Dana Desa yang menurun drastis. Dana yang selama ini menjadi sandaran pembangunan desa kini terasa kempis. Bahkan di banyak tempat, bukan sekadar turun, melainkan seperti terjun bebas. Maka, tanpa dikomando, lahirlah istilah yang beredar dari balai desa ke warung kopi: 2026 adalah tahun pusing nasional para kepala desa.
Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjamin ketersediaan air baku di sektor pertanian, sejumlah proyek pembangunan embung di beberapa wilayah kecamatan telah berhasil diselesaikan. Data terbaru, sebanyak sembilan titik pembangunan embung telah rampung atau mencapai 100 persen.
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memasang stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” di rumah penerima bantuan sosial menuai keluhan dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku rumah mereka dipasangi stiker tersebut, namun tidak pernah menerima bantuan sosial sebagaimana yang tertera.
Citimall Tuban benar-benar mencuri perhatian masyarakat luas dan boomingnya hingga Kabupaten Bojonegoro. Apalagi di Kabupaten Bojonegoro disebut-sebut juga bakal memiliki pusat perbelanjaan serupa, yakni Citimall Bojonegoro.
Pemkab Bojonegoro terus menata kota untuk memberi kenyamanan publik dengan tetap memperhatikan lingkungan. Salah satunya dengan rencana pembangunan lima taman perbatasan yang berfungsi sebagai wajah baru sekaligus ruang terbuka hijau (RTH) di titik-titik strategis. Titik lokasi taman berada di daerah perbatasan langsung dengan kabupaten tetangga.
Pemasangan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menuai pro-kontra di berbagai platform media sosial (Medsos) maupun secara langsung. Sebab, stiker tanda penerima bantuan dari pemerintah itu, disebut-sebut salah sasaran.
Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mencatat berbagai capaian strategis sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Stiker “miskin” mulai dipasang di rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di Kabupaten Bojonegoro. Dengan langkah ini, Pemkab Bojonegoro dapat memastikan kelayakan penerima dan masyarakat turut terlibat pengawasan dan validasi program agar tepat sasaran.