Makin Senang dengan Performa Pertalite
Keberadaan premium yang mulai sulit ditemui ternyata tidak menjadikan masalah serius bagi masyarakat. Sebab, sekarang ini banyak warga telah terbiasa dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.
Keberadaan premium yang mulai sulit ditemui ternyata tidak menjadikan masalah serius bagi masyarakat. Sebab, sekarang ini banyak warga telah terbiasa dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.
PT Pertamina menggelar program "Pertalite Lucky Dip" pada Senin (5/2/2018) di SPBU 51.601.65 Jalan Jemursari No 113, Kota Surabaya. Program tersebut dilakukan sebagai bentuk kampanye penggunaan bahan bakar non subsidi sekaligus wujud apresiasi kepada pelanggan setia Pertalite.
Belakangan ini, masyarakat semakin terbiasa dengan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan. Baik mobil maupun sepeda motor. Terutama di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis pertalite mengalami kenaikan yaitu Rp100 dari harga semula Rp7.500 menjadi Rp7.600 per liter.
Sampai akhir Januari 2017, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite jauh lebih banyak dibanding Premium. Dari data Dinas Perdagangan untuk jenis Pertalite penyaluran mencapai 5.312 kiloliter sedangkan untuk jenis Premium hanya 1.600 kiloliter.