#blokBojonegoroTV
Pilkades di Bojonegoro, Mulai Undian Hingga Pemenang Diarak
Pilkades serentak digelar di Bojonegoro Rabu (26/6/2019).
Pilkades serentak digelar di Bojonegoro Rabu (26/6/2019).
Sebanyak 27 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro hari ini Rabu (26/6/2019) telah melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Salah satunya adalah Kecamatan Kanor, yang di dalamnya ada 10 Desa telah mengikuti Pilkades.
Perebutan suara dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Tlatah, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (26/6/2019), sangat ketat. Satu calon kades, Kasduni, menang tipis dengan selisih 8 suara atas pesaingnya, Suswijayati yang notabenya adalah incumbent.
Satu incumbent kepala desa pada Pilkades serentak tahap 2 di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, yang diselenggaran oleh 5 desa harus tumbang. Kepala desa incumbent yang tumbang yakni Kades Butoh, Matyanto dengan perolehan suara 1.126 suara.
Empat Kepala Desa incumben dari wilayah Blok Cepu yakni desa-desa di Kecamatan Gayam, kembali terpilih menjadi kepala desa, setelah mengalahkan para lawanya pada pemilihan kepala desa serentak gelombang II Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (26/6/2019)
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kecamatan Dander diklaim berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti, bahkan warga yang punya hak pilih cukup antusias datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) desa masing-masing.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga Desa Kanten, Kecamatan Trucuk sudah mulai ramai berdatangan di balai desa untuk menyalurkan hak pilihnya. Baru pada pukul 08.00 WIB. Mereka dapat melakukan pencoblosan sekaligus para calon kepala desa ikut masuk di lokasi pencoblosan.
Antusias warga Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dalam pilkades 2019 ini begitu terlihat.
Ada 1.180 warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam yang bisa menggunakan hak pilihnya, untuk menentukan 1 dari 3 calon yang akan menjadi kepala desa, yakni Hariono, Sunandar, dan Pardi.
Sepasang suami istri bertarung dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam pertarungan tersebut, sang istri berhasil mengalahkan suaminya.