Relokasi PKL Dilakukan Bertahap
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan melakukan penataan secara bertahap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan sebagian badan jalan di area Kota Bojonegoro, untuk ketertiban dan keindahan Kota Ledre.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan melakukan penataan secara bertahap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan sebagian badan jalan di area Kota Bojonegoro, untuk ketertiban dan keindahan Kota Ledre.
Penertiban kepada para pelanggar ketertiban di wilayah Bojonegoro terus dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro. Baik dari anak jalanan, siswa bolos sampi pedangang kaki lima.
Usaha ikan hias di pinggir jalan bisa dibilang cukup menjanjikan. Bagaimana tidak, dalam sehari saja Rp.400 Ribu hingga Rp.500 Ribu bisa dikantongi Bagus, PKL yang berjualan di Jalan Mas Tumapel Kota Bojonegoro. Kebanyakan pembeli adalah anak-anak, ada juga orang dewasa yang suka dengan ikan hias. Tiap hari Bagus mulai berdagang pukul 09.00 hingga 15.00 Wib. Sekali ia beli ikan hias dari Blitar, ia mengeluarkan budget Rp.2 Juta. Tentu apabila dikalkulasi dengan untung yang didapat akan berlipat. Yang menjadi tantangan saat menjual ikan hias adalah ketika mendapat ikan yang lemas ataupun sakit saat dikirim dari Kabupaten Blitar. Ikan yang dijual pun bervariasi mulai dari ikan mas, koki, koi dan lainnya. Harga mulai Rp.5 ribu hingga Rp.20 ribu tergantung jenis dan juga besar ikan.
Pengawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Jalan Pasar Kota Bojonegoro, yang beberapa waktu lalu dipindah ke halaman parkir pasar, terus dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro. Hal itu untuk mengantisipasi apabila ada PKL yang hendak berjualan kembali di jalan.
enataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di pasar Kota Bojonegoro, tidak menutup kemungkinan terjadi pro dan kontra yang dialami para pedagang. Namun mereka juga harus bersabar dan menenangkan diri, karena pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bojonegoro akan ikut membantu mencarikan solusi.
Selain dilakukan penataan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar Kota Bojonegoro, juga ada upaya mensejahterakan PKL. Sehingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bojonegoro mengusulkan Pemkab Bojonegoro agar mengadakan Jum'at berkah.
Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) pasar kota Bojonegoro, yang beroperasi saat malam (shif dua) hari di jalan timur pasar yang ditertibkan dan menempati halaman parkir, setelah shift dua selesai lahan parkir tersebut berubah sebagaimana fungsimya.
Sekitar pukul 22.00 Wib pedagang pasar sore atau pedagang yang mendapatkan shif satu untuk berdagang, mulai bergegas membereskan dagangannya sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Hujan beberapa kali mengguyur wilayah Kota Bojonegoro sejak tengah hari. Mulai gerimis, hujan deras, petir, hingga menyebabkan beberapa ruas jalan protokol tergenang, Selasa (6/11/2018).
Sesuai jadwal yang telah ditentukan, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada bahu Jalan Pasar Kota Bojonegoro pada hari Selasa, (06/11/2018) direlokasi ke halaman parkir Pasar Kota Bojonegoro.