Musim Tanam ke Dua, Petani Pilih Bibit dengan Umur Pendek
Di musim tanam ke dua, dengan curah hujan yang tidak menentu menjadi sorotan para petani. Khususnya dalam hal memilih bibit padi yang harus sesuai.
Di musim tanam ke dua, dengan curah hujan yang tidak menentu menjadi sorotan para petani. Khususnya dalam hal memilih bibit padi yang harus sesuai.
Tak disangka, di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Jawa Timur, ada tempat produksi kerupuk tahu dalam skala yang cukup besar. Meskipun produksi sepenuhnya masih dilakukan sendiri bersama keluarga.
Memasuki musim tanam di wilayah Bojonegoro, ketersediaan pupuk sangat diperlukan oleh para petani, pasalnya pupuk merupakan komponen utama untuk kesuburan tanaman.
Kerusakan yang terjadi di jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Kanor, tepat di perbatasan Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo dan Desa Tejo Kecamatan Kanor, kondisinya makin parah dan tentu membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas.
Jalan Poros Utama Kecamatan Gayam (PUK) yang selami ini sudah dikeluhkan oleh masyarakat sekitar kini kondisinya semakin parah, jalur utama menuju Kecamatan Gayam tersebut kondisinya berlubang.
Sekarang petani Bojonegoro sudah mulai memasuki Musim Hujan (MH) kususnya yang berpengairan tehnis ataupun sawah tadah hujan. Dasarian II bulan Desember kemarin intensitas hujan sudah sering turun dan deras. Bahkan beberapa tempat hari ini (25/12/2018) sudah ada banyak yang tandur. Tetapi sebagian besar sawah masih berproses di pengolahan tanah.
Di jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Gayam Kabupaten Bojonegoro mengalami antrian kendaraan, hal tersebut lantaran sempitnya kondisi jalan, di sepanjang jalan mulai dari perempatan Celangap hingga Kecamatan Gayam kondisinya sangat sempit.
Hujan yang beberapa kali mengguyur wilayah Bojonegoro bisa dipastikan bahwa masa tanam setelah kemarau akan tiba, tentu kebutuhan akan pupuk para petani meningkat.
Api yang meludeskan bangunan pabrik kerupuk di RT 01/RW 01, Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (1/11/2018) dinihari, diduga karena kelalaian pemilik. Sebab, perapian dari tungku pembuat krupuk diduga kuat sebagai pemicu api.
Warga di RT 01/RW 01, Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (1/11/2018) dinihari dibuat geger. Sebab, pabrik kerupuk di tempat tersebut terbakar hebat sekitar pukul 02.00 WIB.