Pabrik Penyulingan Minyak Kayu Putih di Bojonegoro Terbakar
Kebakaran terjadi di Pabrik Penyulingan Minyak Kayu Putih tepatnya di Desa Jelu RT.14/RW.04, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (2/9/2021) malam.
Kebakaran terjadi di Pabrik Penyulingan Minyak Kayu Putih tepatnya di Desa Jelu RT.14/RW.04, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (2/9/2021) malam.
Tak banyak yang tahu bahwa Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil komoditas kayu putih di Indonesia. Di antaranya di Dusun Pradok Desa/ Kecamatan Bubulan, Bojonegoro, Jawa Timur. Tanaman minyak kayu putih milik Perhutani disuling untuk diambil minyaknya.
Tanaman kayu putih milik Perhutani Bojonegoro yang terbentang di sekitar wilayah lahan hutan Desa Setren dan Trenggulunan, Kecamatan Ngasem telah memasuki musim panen. Proses tersebut juga menjadi tanda peralihan tanam oleh petani pengelola lahan Perhutani tersebut.
Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) kini telah memproduksi minyak kayu putih hasil asli olahan tangan Bojonegoro. Olahan minyak kayu putih ini dikerjakan oleh LMDH dan bekerja sama dengan Perhutani sejak tahun 2019 yang lalu.
Dari pantauan blokBojonegoro.com di lapangan, harga komoditi jenis bawang putih kembali merangkak naik. Dari harga sebelumnya Rp13 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp18 ribu per kilogramnya.
Memasak menjadi aktivitas rutin yang tidak pernah terlewatkan bagi sebagian orang. Baik itu tua, muda, pria maupun wanita.Â
Perhutani RPH Ringinanom, PKPH Ngalmbangan di Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro menggandeng petani untuk merawat tanaman kayu putih di petak 79A seluas 10,8 hektar untuk mendongkrak produksi minyak kayu putih.
Biasanya semerbak aroma minyak kayu putih tercium tatkala melewati Perhutani Bubulan ini. Tentunya hal ini memberi dampak positif bagi penduduk sekitar yang menjadi buruh penyuling minyak kayu putih.
Harga bawang putih di beberapa pasar di Kabupaten Bojonegoro sudah mulai merata. Dengan patokan harga antara Rp52.000 hingga Rp 5.000 per Kilogramnya. Imbas melejitnya harga, menyebabkan konsumen mengurangi volume pembelian bawang putuh dari biasanya.