Skip to main content

Category : Tag: Resensi


Blok Buku

Manis itu Pahit

Novel berjudul Manis Itu Pahit menceritakan sesosok pemuda yang Mualim Fahmi, Dia tinggal di bukit dengan kesehariaannya mengajari anak-anak kecik membaca, menumis dan mengaji. Fasilitas tempat pendidikan tersebut di bangunnya sendiri dan itupun juga rumahnya dibagi menjadi dua, yang satu untuk tempat tinggalnya dan yang satunya untuk fasilitas pendidikan anak-anak kampung.

Blok Buku

Hujan Punya Cerita tentang Kita

Novel “Hujan Punya Cerita tentang Kita” ini adalah karya ketiga Yoana Dianika. Yang lahir pada tanggal 18 Januari. Yoana Dianika adalah anak kedua dari tida bersaudara. Dia pernah mengenyam pendidikan Sastra Jepang di Universitas Airlangga Surabaya. Seperti halnya orang-orang umum. Yoana Dianika juga seorang dreamer yang mempunyai banyak sekali keinginan yang ingin dicapainya. Salah satu adalah ingin menjadi seorang penulis.

Blok Buku

blok i

Penulis buku ini bernama Ully Maftuhah, terlahir sebagai bungsu dari enam bersaudara, dari pasangan Bapak Fatchurrohman dan Ibu Nafsia. Tinggal di jln. Dieng km. 04 Muanggang B Kalibeber. Alumni Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Asy’ariyah (2005) ini menyelesaikan studi akhirnya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Wonosobo

blok i

Blok Buku

Mahar untuk Maharani

Azhar Nurun Ala jatuh cinta pada sastra di usia tujuh belas, ketika tengah menempuh kuliah di Jurusan Gizi Universitas Indonesia. Berawal dari menulis rutin di blog azharologia.com, kini Azhar sudah menerbitkan tujuh judul buku. Menikah di usia dua puluh, kini Azhar tinggal bersama dengan ibu, istri, dan anak laki-laki tercintanya di sebuah dusun bernama Bandar Harapan, Lampung Tengah.

Blok Buku

Mengurai Gagasan Keislaman dalam Media

Sejak dulu, media tidak hanya digunakan sebagai pemberi informasi kepada publik. Media mampu menciptakan banyak fungsi dan sangat memengaruhi banyak aspek, di antaranya aspek sosial, ekonomi, politik, budaya, stabilitas negara, bahkan ideologi dan agama. Media dan agama menjadi hal yang tak terpisahkan. Selain menjadi sumber informasi, media yang mengusung label ‘agama’ sebagai bagian dari ideologinya agaknya mempunyai daya tawar tersendiri dan mampu menarik perhatian pembaca secara khusus. Misal, media Islam di Indonesia, khususnya memiliki pandangan dan ideologi yang bermacam-macam meskipun berada pada payung yang sama; Islam, sehingga produk yang dihasilkan dan ‘dijualnya’ merupakan produk jurnalistik yang berbeda konten maupun tekniknya.

Blok Buku

Gesang Tetap Gesang

Buku ini menceritakan tentang sosok seniman jawa tengah yang bernama Gesang. Gesang adalah seorang yang telah menciptakan lagu Bengawan Solo. riwayat hidup gesang itu tercermin di dalam lagu-lagu ciptaanya. Gesang dilahirkan pada tanggal 1 Oktober 1917 di Kampung Songoseren dekat Pasar Pon di Kota Solo.

Blok Buku

Gejolak Jiwa Remaja

Maria Celia Lahir pada tanggal 2 Desember 1923, terlahir dengan nama Maria Anna Sophie Cecilia Kalogeropoulos orang tuanya imingran yunani. Ia pernah belajar di National Conservatoire, Athena dan Paris pada tahun 1964, Sir David Webster direkrut Royal Opera Housedi London menggambarkannya sebagai “Seniman Teater Musik terhebat pada masanya”. Maria Celia adalah “La Divina” Seorang penyanyi sopran oper paling terkenal. Namun diantara penyanyi sopran ia punya saingan berat pada abad ke-20. Ia juga pernah memerangi film, Film yang pernah dibintanginya antara lain “Callas Forever (2002), Medea (1969), dan Maria Calas potrait (1968). Lahir di New York City dan dibesarkan oleh seorang ibu yang keras, ia memperoleh pendidikan musik dan mulai membangun karirnya di italia. Hidupnya yang penuh tragedi sering membayangi karirnya. Pada tahun 2006 ia mulai menulis opera news mengenai callas.

Blok Buku

Cintamu untuk Sahabatku

Fredy Siswanto, atau yang lebih dikenal sebagai fredy S adalah seorang penulis buku roman pinggiran (yang dijual di kaki lima ). Ia seorang novelis “kondang” pada masanya ratuan novel Fredy berjaya pada dekade 80 hingga 90-an di Indonesia. Namun, disayangkan, pentasnya di panggung sastra Indonesia dianggap tidak pernah ada. Kebanyakan para kritikus menganggap karya karyanya jauh dari apa yang kerap disebut karya sastra dari segi kualitas. Tapi toh Fredy tidak memperdulikan hal itu, karyanya msih menjadi buruan sebagian kalangan sampai saat ini. Fredy S memang novelis yang produktif karena telah lebih dari 300 judul buku ditulisnya. Fredy kini telah tiada beliau tutup usia pada 24 Januari 2015. Beberapa karya dari Fredy S. Yaitu Rintihan Angsa Putih, Jeritan Dilanda noda, Bunga- bunga Pohon Cinta , Berandal-Beramdal Cinta, Kidung Cinta Remaja,Dll.

Blok Buku

Bukan Bunga Sembarang Bunga

Ambhita Dhyaningrum, mantan editor in house yang kemudian memilih berkarier lepas sebagai penulis, penerjemah, dan editor lepas sejak tahun 2009. Hingga kini, Dhyan—demikian sapaan akrabnya, tidak pernah berhenti menulis dan terus menelurkan buku-buku karyanya.

Blok Buku

Perjanjian Hati

Novel "Perjanjian Hati" dikarang Santhy Agatha, seorang istri merangkap seorang wanita karier yang mencuri waktu untuk menuliskan rangkaian kata-kata yang terpendam di otaknya, di sela-sela kesibukannya setiap hari.