Dari 12 Pasar, Baru 6 yang Direvitalisasi
Di tahun 2016 kemarin ada empat bangunan baru Perusahaan Daerah (PD) Pasar di Kabupaten Bojonegoro yang telah dilakukan revitalisasi, dan ditempati serta difungsikan di tahun 2017 ini.
Di tahun 2016 kemarin ada empat bangunan baru Perusahaan Daerah (PD) Pasar di Kabupaten Bojonegoro yang telah dilakukan revitalisasi, dan ditempati serta difungsikan di tahun 2017 ini.
Harga cabai di Pasar Kota Bojonegoro masih stagnan di harga tinggi bahkan terpantau belum bergerak turun. Harga cabai merah tembus Rp130.000 sampai Rp140.000 per kilogram. kenaikan harga ini sudah terjadi sejak dua pekan belakangan ini. Sementara itu harga cabai kriting juga masih terpantau di harga Rp40.000 per kilogram.
Harga cabai yang tak kunjung turun selama kurun satu bulan terakhir membuat sejumlah pihak resah. Harganya bahkan melampaui harga daging sapi yang selama ini terkenal tinggi. Hal itu memang terjadi lantaran faktor musim yang membuat harga bisa semahal itu
Harga Cabai rawit di pasaran akhir-akhir ini kembali meroket. Menurut pengakuan dari sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, mahalnya harga cabai ini lantaran minimnya pasokan cabai di pasar.
Melambungnya harga cabai di pasaran, juga berdampak pada sejumlah pedagang makanan maupun pedagang gorengan yang biasa menggelar lapaknya di sejumlah jalan protokol Bojonegoro.
Kenaikan harga sembako di Bojonegoro sejak beberapa waktu terakhir ini, diikuti juga dengan naiknya harga ikan laut. Seperti yang terpantau di Pasar Tradisonal Kota Bojonegoro. Hampir semua jenis ikan mengalami kenaikan.
Meskipun hujan sering turun, namun produksi batu bata yang ada di bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu masih tetap produksi.
ika dulunya bau tak sedap muncul dari Tempat Penampungan Akhir (TPA) Banjarsari, Kecamatan Trucuk, kini dari tempat pengolahan sampah itu memberikan manfaat bagi warga sekitar, yakni sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif.
Secara umum, jika mendengar kata tempat pembuangan sampah, biasanya yang terbayang tempat yang menjijikan, bau tak sedap dan tak ingin berlama-lama di tempat itu. Namun, kondisi berbeda dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Kebanyakan petani di Kabupaten Bojonegoro masih minim pengetahuan tentang cara bercocok tanam. Seperti halnya yang disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Suko Wahyu Widarto di Desa Sarangan Kecamatan Kanor, Selasa (7/2/2017).