blokBojonegoroTV
Pidato Perdana Bupati Terpilih Bojonegoro, Setyo Wahono
Pidato Perdana Bupati Terpilih Bojonegoro, Setyo Wahono
Pidato Perdana Bupati Terpilih Bojonegoro, Setyo Wahono
Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Setyo Wahono-Nurul Azizah mengikuti serah terima jabatan (Sertijab) dengan Penjabat (Pj) Bupati, Adriyanto di ruang paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro, Selasa (4/3/2025).
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) di Desa Sidomlangean telah menyelesaikan berbagai proyek yang bertujuan untuk meningkatkan citra dan memajukan desa ini. Melalui pembuatan video profil, peta desa terbaru, dan website resmi desa, tim KKN UNUGIRI berperan aktif dalam mengoptimalkan teknologi informasi yang bermanfaat bagi pembangunan desa.
Sampai ini, masih ada 625.481 guru binaan Kementerian Agama (Kemenag) yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan. Rinciannya, 484.678 guru madrasah, 95.367 guru PAI di sekolah umum, 29.002 guru agama Kristen, 11.157 guru agama Katolik, 4.412 guru agama Hindu, 689 guru agama Buddha, dan 179 guru agama Khonghucu.
Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 bakal ditetapkan besok (9/1/2024). Kegiatan ini, akan dihelat di kawasan Hotel Eastern, Bojonegoro.
Sampai seminggu setelahnya, ribuan pengunjung membludak untuk melihat dari dekat keindahan Masjid Wisata Religi Margomulyo yang terletak di tepi jalan nasional Bojonegoro-Ngawi tersebut. Perlu diketahui, Kecamatan Margomulyo sebelumnya telah kondang atau terkenal dengan wisata budaya, karena adanya peninggalan Suku Samin. Tepatnya, lewat ajaran-ajaran luhur Mbah Samin Surosentiko yang masih lestari.
Kementerian Agama mengumumkan hasil akhir seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi Eks Tenaga Honorer Kategori II (Eks THK-II) dan Tenaga Non ASN yang terdaftar dalam Database BKN untuk tahun anggaran 2024.
Mengulik sesuatu yang khas di Kabupaten Bojonegoro, pasti tidak akan ada habisnya. Terutama soal cita rasa jajanan khas asal Kota Ledre tersebut.
Seje deso mowo coro (lain desa beda cara), sebutan itu cukup familier di Kabupaten Bojonegoro. Begitupula untuk sebutan nama-nama jajanan yang sudah turun temurun dibuat oleh warga.
Lek Tun, De Rip, Bek U, Yu Lis.... Begitu ucap Fatimah, pedagang sayur keliling dengan suara lantang, ketika baru berhenti di RT 02/RW 02 Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.