Antisipasi Pupuk Kurang, Disperta Ajukan Tambahan
Hujan yang beberapa kali mengguyur wilayah Bojonegoro bisa dipastikan bahwa masa tanam setelah kemarau akan tiba, tentu kebutuhan akan pupuk para petani meningkat.
Hujan yang beberapa kali mengguyur wilayah Bojonegoro bisa dipastikan bahwa masa tanam setelah kemarau akan tiba, tentu kebutuhan akan pupuk para petani meningkat.
Objek wisata Growgoland yang dikelola oleh pihak LMDH Warna Abadi Dander terus bergerak untuk menciptakan wisata yang edukatif tentang alam. Setelah menanam 100 bibit Mejuwet, kini LMDH berupaya untuk menanam 1000 bibit tanaman kelor.
Memasuki masa tanam pada musim hujan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro mengklaim bahwa pupuk bersubsidi yang tersisa mampu mencukupi kebutuhan para petani yang ada.
Suhu cuaca panas diBojonegoro memang butuh penanganan serius, terlebih lagi keberadaan proyek minyak dan gas bumi (Migas) di Bumi Angling Dharma dinilai memicu adanya pemanasan global sehingga suhu panas di Bojonegoro mencapai 40 derajat.
Awal musim penghujan ini lahan di dekat hutan tampak ramai petani yang sedang bercocok tanam. Memasuki musim penghujan ini, sebagiam besar petani menanami lahan tadah hujan milik pribadi atau pun lahan milik Perhutani dengan tanaman jagung.
Setelah beberapa kali hujan turun dan menandakan bahwa musim penghujan datang, petani yang mempunyai sawah tadah hujan kini mulai menanam padi.
Musim kemarau tahun ini cukup lama dibandingkan kemarau-kemarau musim lalu, hal itu menyebabkan sawah para petani mengalami kekeringan air. Salah satunya lahan pertanian yang seluas 12 hektare milik warga Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo, yang ditanami tanaman kapas.
Petani Kecamatan Sukosewu, pada musim kemarau selain tanaman tembakau yang menjadi pilihan utama, adapula beberapa jenis tanaman yang dipilih petani tanaman holtikultura seperti menanam tanaman cabai.
Menumbuhkan cinta lingkungan dengan cara merawat tanaman agar tercipta suasana sejuk dan nyaman di Kabupaten Bojonegoro terus dilakukan. Sehingga bupati mengajak siswa dan masyarakat agar menanam dan merawat tanaman untuk menghijaukan kembali alam di lingkungan sekitar.
Memasuki musim tanam rendeng di Kabupaten Bojonegoro, para petani berharap stok pupuk di Kota Ledre tercukupi. Sebab, jika melihat tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki musim tanam rendeng, banyak petani yang kesulitan mencari pupuk.