Hari Ibu, CEC dan Ademos Galakkan Tanam Pohon
Tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu di Indonesia untuk mengenang momentum 22 Desember 1928, kala pertama kalinya digelar Kongres Perempuan Indonesia.
Tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu di Indonesia untuk mengenang momentum 22 Desember 1928, kala pertama kalinya digelar Kongres Perempuan Indonesia.
Hujan yang semakin sering turun di wilayah Bojonegoro, menjadi berkah tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitar hutan. Secara serentak, di lahan hutan tumbuhan tunas-tunas berbagai macam tanaman.
Sebanyak 43 organisasi masyarakat, kepemudaan dan lainnya di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban secara bersama-sama akan mengadakan tanam pohon serentak, Sabtu (28/11/2020). Kegiatan gerakan lestari alam raya (Gelar) tersebut merupakan aksi tanam sejuta pohon yang berlangsung serentak se-Indonesia.
Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Pemkab Bojonegoro bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, melakukan gerakan ribuan tanam pohon di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (27/11/2020). Penanaman ribuan pohon itu, sebagai bentuk kepedulian Pemkab Bojonegoro terhadap lingkungan, terlebih lagi, tanggal 28 November ditetapkan sebagai bulan menanam oleh Presiden.
Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2020 jatuh setiap tanggal 12 November. Pada moment itu Asuhan mandiri (Asman) Toga Kunto Wijoyo, Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro mengikuti Lomba Asman Toga dan Akupresur tingkat kabupaten.
Tanaman Porang memang saat ini menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan untuk dibudidayakan petani.
Potensi sektor pertanian di Bojonegoro memang cukup baik, salah satunya potensi tanaman Porang. Ternyata, Porang mempunyai nilai ekonomis dan harga jualnya pun terbilang cukup menjanjikan.
Iles-Iles adalah tumbuhan liar yang tumbuh di hutan, pegunungan, perbukitan, perkebunan,tepian sungai dan jurang jurang. Iles-iles ini sejenis dengan tumbuhan keladi/talas, suweg, walur dan porang, namun memiliki karakter pohon dan umbi yang berbeda.
Di tengah terpuruknya perekonomian masyarakat akibat Covid-19, rupanya membawa berkah tersendiri bagi pedagang tanaman hias.
Memasuki musim penghujan, petani di wilayah selatan Bojonegoro mulai menanam jagung. Meski hujan turun dengan intensitas ringan, lahan pertanian mulai basah.