Cerita Juru Parkir saat Pandemi
Pasar besar Kota Bojonegoro memang terkenal selalu ramai setiap harinya, tapi berbeda saat ada Pandemi Covid-19 yang juga dampaknya dirasakan masyarakat Kota Migas ini.
Pasar besar Kota Bojonegoro memang terkenal selalu ramai setiap harinya, tapi berbeda saat ada Pandemi Covid-19 yang juga dampaknya dirasakan masyarakat Kota Migas ini.
Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkab Bojonegoro menggelar Travel Dialog pertama kali di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Perusahaan Sablon yang terletak di Jl. Dr. Soetomo no. 5 Bojonegoro ini sempat berhenti 4 bulan semenjak awal pandemi. Namun seiring dengan berjalannya pandemi, tiga bulan terakhir ini omzet mulai merangkak naik.
Berdasarkan update perkembangan Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) merilis bahwa kasus terkonfirmasi positif pada Jumat (4/12/2020) ada 6 orang dinyatakan sembuh. Diantaranya tersebar di Kecamatan Bojonegoro 4 orang, Kecamatan Dander 1 orang dan Kecamatan Kedungadem 1 orang.
COVID-19 adalah virus yang harus kita hadapi dan lawan bersama-sama. Cara paling ampuh adalah dengan kita masing-masing menerapkan disiplin 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun).
Jumlah kesembuhan pasien Covid-19 sudah mencapai 466.178 orang atau 82,7%. Jumlah kesembuhan kumulatif ini sudah termasuk penambahan pasien sembuh harian 4 Desember 2020 sebanyak 3.625 orang. Peningkatan kesembuhan berada di Papua.
Kondisi dinamis akibat pandemi COVID-19 telah dirasakan oleh seluruh bangsa di dunia, bukan hanya oleh Indonesia saja. Oleh karena itu, Pemerintah dan masyarakat perlu bahu membahu untuk mencegah penularan COVID-19 ini agar tidak meluas dan terkendali. Pemerintah terus berupaya untuk menjaga kesehatan masyarakat dan secepatnya mendatangkan vaksin COVID-19. Kendati begitu, menurut pendapat berbagai ahli di bidang kesehatan, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci Tangan, Menjaga jarak).
Memang awal pandemi covid-19 membuat penghasilan para pelaku usaha menurun. Setelah diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, membuat roda ekonomi masyarakat kembali bergulir lantaran aktivitas di luar rumah sudah diperbolehkan kembali dijalankan, tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19.