Ratusan Siswa Ramaikan Lomba Tradisional
Ratusan siswa-siswi mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kabupaten Bojonegoro, mengikuti lomba tradisional yang digelar di Alun-alun Bojonegoro, Rabu (19/9/2018).
Ratusan siswa-siswi mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kabupaten Bojonegoro, mengikuti lomba tradisional yang digelar di Alun-alun Bojonegoro, Rabu (19/9/2018).
Sebagai Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bojonegoro, yang tentunya juga ingin memberikan kontribusi atau turut serta dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang mana Negara Indonesia memperingatinya pada tanggal 23 Juli.
Masuk di pertengahan ramadan, terpantau di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro mulai padat pengunjung. Hal itu berdampak pada penghasilan para pedagang.
Sebagian masyarakat di sekitar hutan, tepatnya di wilayah Kecamatan Bubulan mempunyai resep jamu tersendiri untuk kebugaran tubuh. Salah satunya menggunakan jamu tradisional dari daun sambiroto.
Guru, pahlawan tanda jasa. Ia mendidik dengan setulus hati dan juga memberikan kasih sayang kepada anak didiknya tanpa pandang bulu. Seorang guru harus bijaksana ketika mendidik, karena gurulah yang dapat mencetak generasi emas penerus bangsa.
Setiap anak memiliki pribadi serta kreatifitas yang bermacam-macam. Sehingga dalam mendidik anak harus dengan porsi yang berbeda-beda.
Mungkinkah pasar tradisional sudah tergerus oleh zaman, karena perkembangan modernisasi yang begitu pesat, dan juga perkembangan teknologi yang makin canggih.
Di saat beberapa anak di 'zaman now' asyik bermain dengan gawai, ternyata hal berbeda terlihat di Desa/Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Terlihat, beberapa anak kecil tengah menikmati permainan tradisional di halaman rumah seorang warga.
30 tahun lebih, Parmi (60) ditinggal sang suami untuk selama-lamanya (meninggal dunia). Pasca di tinggal suaminya, Parmi harus menjadi tulang punggung dari 5 orang anaknya yang masih kecil.
Tubuhnya sudah mulai kriput dimakan oleh usia. Namun apa daya demi kebutuhan hidup, Parmi (60) masih tetap berjuang jadi tukang pijat tradisonal.