Jelang Imlek, Umat TITD HSB Lakukan Persiapan
Berbagai persiapan terus dilakukan TITD Hok Swie Bio (HSB) Kabupaten Bojonegoro, menjelang tahun baru baru Imlek 2568, Sabtu (28/1/2017). Termasuk membersihkan ruang dalam dan sekitar klenteng.
Berbagai persiapan terus dilakukan TITD Hok Swie Bio (HSB) Kabupaten Bojonegoro, menjelang tahun baru baru Imlek 2568, Sabtu (28/1/2017). Termasuk membersihkan ruang dalam dan sekitar klenteng.
Karena depresi memikirkan hidup keluarganya, Sambudi (30) warga RT.18/RW.03 Dusun Doplang, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro nekad gantung diri.
Jalan raya besar kembali banyak yang rusak, akibat diguyur hujan terus menerus. Saat ini jalur Bojonegoro-Babat, tepatnya di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo banyak ditanami pohon kecil oleh warga setempat. Tidak hanya satu titik saja, namun ada beberapa titik jalan yang lubang.
Sampai hari ke lima, jenasah Winarto (35) warga Desa Tulungagung RT.09/RW.05, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo belum ditemukan.
Mia Emiati (6) bocah Dusun Pohkuwung, Desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro penderita tumor ganas di kaki kanan mendapat perhatian ekstra saat ini dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
Ingat ketika kecil dulu betapa takut kita saat tak sengaja menelan permen karet? Apa yang terjadi ketika permen karet masuk ke pencernaan?
“Jangan bertanya apa yang Negara berikan padamu, tanyakan apa yang telah kau berikan untuk negaramu,” kata John F Kennedy. Hal ini patut menjadi pemikiran mahasiswa dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Sebagai mahasiswa asli Bojonegoro, kita berkewajiban ikut andil dalam pembangunan kabupaten.
Panjangnya jalan dan luasnya daerah Kabupaten Bojonegoro, memerlukan pembangunan jalan memerlukan kombinasi. Pasalnya jalan-jalan di Kota Ledre terbagi beberapa lokasi, seperti jalan lingkungan, jalan kecamatan dan yang lainnya.
Tim SAR BPBD Bojonegoro kembali melanjutkan pencarian warga Desa Tulungagung, RT.09/RW.05 Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Minggu (22/1/2017) sore.
Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menetapkan siaga 24 jam untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Bojonegoro. Sebab, ancaman musibah masih mengintai Kota Ledre dengan kondisi hujan lebat dan angin kencang.