Kapolres Kunjungi Posko Covid-19 di Perbatasan
Indonesia berstatus pandemi virus Corona atau Covid-19. Tiap daerah menerapkan standar pengamanan kesehatan tinggi, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.
Indonesia berstatus pandemi virus Corona atau Covid-19. Tiap daerah menerapkan standar pengamanan kesehatan tinggi, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.
Perhatian semua pihak untuk melawan virus corona terus dilakukan termasuk Stikes Rajekwesi. Kampus kesehatan yang ada di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ini mengamalkan tri dharma perguruan tinggi dengan memberikan seribuan botol handsanitizer untuk para pendonor lewat Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bojonegoro.
Orang yang lepas pemantauan ada 4 orang, namun Orang Dalam Pengawasan (ODP) baru di Bojonegoro tetap bertambah, Rabu (8/4/2020) ini. Bahkan update perkembangan persebaran virus corona, hari ini, Rabu (8/4/2020) juga terdapat tambahan 1 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang berasal dari Kecamatan Gondang.
Fokus penanganan virus Corona di semua daerah semakin masif dilakukan, termasuk pemotongan TPP PNS untuk penanggulangan Covid-19 di Bojonegoro. Sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro meminta TPP PNS tersebut tidak dipotong.
Menyadari bahwa Polri tak bisa bergerak sendiri dalam melaksanakan tugas, dimana salah satunya adalah dalam kegiatan pencegahan virus corona agar tidak mewabah di Kabupaten Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, sowan ke kediaman KH. Anwar Zahid, pengasuh pondok pesantren As-Syafi’iyah di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro.
Update Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 7 April
Saat ini supermarket, swalayan hingga toko retail mulai menyediakan tempat tangan dan antiseptik untuk pelanggan. Hal ini sesuai dengan imbauan Bupati Bojonegoro sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Dampak Corona/COVID-19 dirasakan oleh semua kalangan, baik itu tenaga medis yang berjuang menjadi garda terdepan memerangi COVID-19. Sementara itu, imbas wabah ini paling banyak diterima oleh pekerja harian/pekerja di sektor informal lainnya. Sebab jika mereka menentang protokol kesehatan pencegahan COVID-19, akan tidak memungkinkan untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan pokok kehidupannya.