Jelang Tanam Bawang, Bibit Mahal Masih Manjadi Problem
Hingga saat ini permasalahan mahalnya bibit bawang merah menjelang masa tanam masih menjadi momok yang menakutkan bagi para petani bawang di Kecamatan Sekar.
Hingga saat ini permasalahan mahalnya bibit bawang merah menjelang masa tanam masih menjadi momok yang menakutkan bagi para petani bawang di Kecamatan Sekar.
Untuk memeperingati hari besar Hari Kartini, Madrasah Islamiyah Nadhalatul Ulama' (MINU) Unggulan Walisongo, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro menggelar rangakaian acara yang diikuti sekitar 750 peserta, Sabtu (22/4/2017).
Setelah lama tidak dioperasikan karena mengalami kerusakan, kini wahana kolam renang yang ada di Wisata Taman Tirtawana Dander siap diuji coba.
Sampai saat ini peminat tabung elpiji 3 kilogram masih cukup tinggi. Untuk itu saat ini Dinas Perdagangan (Disdag) masih terus mengupayakan untuk mengurangi orang kaya mengunakan elpiji bersubsidi dan beralih ke bright gas.
Sebagai daerah penyandang kawasan agropolitan bersama dengan dua kecamatan lainnnya,Yakni Kecamatan Kapas dan Kalitidu, Kecamatan Dander akan membuka wisata baru berbasis kebun buah di Desa Kunci dan Desa Sumberarum.
Kaji Ari begitulah teman-teman sejawatnya memanggil pemuda 25 tahun asal Desa Pungpungan, Kecamatam Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro yang bernama asli Ari Nirwana. Kaji Ari Sapaan akrabnya, saat ini bisa menikmati pundi-pundi rupiah dari hasil keahliannya melukis wajah seseorang dengan bentuk sketsa.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Kebingungan dirasakan salah seorang warga di Desa/Kecamatan Bubulan, pasalnya beras sejahtera (Rastra) yang biasa ia terima dari pemerintah hingga saat ini Rabu, (19/4/2017) belum juga turun. Padahal, di beberapa kecamatan lain sudah dibagikan.
Gara-gara sampah, dua tetangga bernama Ridwan (54) dan Yusuf (50) warga RT.16/RW.05 Dusun Mantup Desa Drajat, Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro terlibat perselisihan.
Sebagai salah satu daerah yang dulunya dipandang miskin, kolot dan sangat dekat dengan konflik, Bojonegoro berangsur berubah. Dengan role model yang diterapkan Bupati Bojonegoro, Suyoto (Kang Yoto), gaung dari kota ledre ini perlahan menunjukan tajinya. Akses jalan rusak membaik, pendidikan berangsur meningkat dan pelan tapi pasti masyarakatnya juga kian memahami konteks masalah yang tengah mendera. Lantas apa yang membikin demikian bisa terjadi?