Pasca Longsor, Wisata Kedungmaor Sepi Pengunjung
Nasib Wisata Kedungmaor pasca terjadi longsor tahun lalu begitu memprihatinkan. Sebab, wisata yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang itu sepi pengunjung.
Nasib Wisata Kedungmaor pasca terjadi longsor tahun lalu begitu memprihatinkan. Sebab, wisata yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang itu sepi pengunjung.
Tiga Wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), yaitu Dander Waterpark, Kayangan Api dan Waduk Pacal, pada tahun 2017 sumbang pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1.162.265.500.
Festival Salak Wedi (FSW) 2018 bakal lebih meriah dibanding sebelumnya. Sebab, panitia menyiapkan 22 gunung salak untuk menjamu para pengunjung. Rencananya kegiatan yang diprakarsai kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Restu Mujtaba Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro itu, juga bakal dirangkai dengan lomba mewarnai dan kemah tujuh bahasa dari tim pare Kediri.
Keindahan Wisata Kedung Gupit sudah tidak diragukan lagi. Namun, Pemerintah Kecamatan Sekar masih mempertimbangkan beberapa hal untuk mengelola tempat tersebut sebagai destinasi wisata.
Lokasi air terjun biasanya berada di daerah pengunungan yang sejuk dan dingin. Tapi siapa sangka, bahwa di Bojonegoro yang notabene wilayahnya didominasi dataran dan hanya memiliki perbukitan tersimpan air terjun yang tak kalah indah dengan daerah lain. Air terjun itu berada di Dusun Gayam, Desa Klino, Kecamatan Sekar.
Melihat Kondisi wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro semakin berkembang, khususya wisata pedesaan. Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, pada tahun 2018 ini akan tetapkan Peraturan Bupati (Perbub) terkait syarat-syarat desa yang ingin diajukan sebagai tempat wisata.
Melihat kondisi wisata di Kabupaten Bojonegoro yang semakin menggeliat, pada tahun 2018 ini Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro berencana mengembangkan home stay di beberapa wisata di Kota Ledre.
Tahun 2017 menjadi berkah tersendiri bagi objek wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Sebab, angka kunjungan di 22 objek wisata mencapai angka 693.611 pengunjung dalam kurun waktu satu tahun .
Semenjak tahun 2014 didatangkan dari Blitar Jawa Timut 6 ekor dan dari Kudus Jawa Tengah 9 ekor, Rusa Jawa yang berada di penangkaran di Desa/Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, kini terbilang berkembang biak dengan cepat. Pasalnya hewan yang mempunyai nama latin Cervus Temorensis kini sudah berjumlah 38 ekor.
Momen libur tahun baru dimanfaatkan oleh pengelola Wisata Bukit Tono (Buton) untuk menarik pengunjung dengan menggelar acara orkes dangdut.