23:00 . Kebanjiran, Warga Selamatkan Barang Berharga   |   22:00 . Jawa dan Bali Masih Dominasi Kabupaten/Kota Zona Merah   |   21:00 . Sejarah Perguruan Silat PSHT di Bojonegoro   |   20:00 . Kesiapsiagaan Bencana Penting Guna Cegah Penularan Covid-19 di Pengungsian   |   19:00 . Sejauh ini, Semua Laporan KIPI Bersifat Ringan   |   18:30 . Agar Banjir Tidak Melebar ke Jalan Raya, Petugas Membuat Saluran   |   18:00 . Pemkab Minta Puskesmas Mendata Penyitas Covid-19 untuk Donor Plasma Konvalesen   |   17:30 . Dampak Banjir Bandang Sekar, Rumah Roboh Hingga Ternak Hanyut   |   17:30 . Bupati Anna Meninjau Jembatan Putus Pasca Banjir   |   17:00 . Jalan Nasional di Bojonegoro Tergenang Banjir   |   16:30 . Jembatan Ambrol Diterjang Banjir Bandang   |   16:00 . Tunggu Banjir Surut, Warga Kalianyar Cari Ikan   |   15:00 . Banjir Kiriman Kembali Genangi Pemukiman di TPK Bojonegoro   |   14:00 . Empat Kecamatan Banjir, Rumah Hingga Ternak Warga Hanyut   |   13:00 . Banjir di Kalianyar Merendam 614 Rumah dan 44,337 Hektar Sawah   |  
Fri, 22 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kakek Sodomi Dua Anak

DPRD Minta Korban Harus Didampingi

blokbojonegoro.com | Wednesday, 05 April 2017 08:00

DPRD Minta Korban Harus Didampingi

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro berharap para korban sodomi LSN (52) warga Desa/Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro mendapat pendampingan trauma healing.
 
Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi sangat terkejut mendengar adanya kasus sodomi yang dilakukan kakek terhadap dua anak lelaki di Kecamatan Ngasem. "Selain penegakan hukum terhadap pelaku, penanganan korban menjadi hal urgent yang harus ditangani secara serius," terang Sally.
 
Politisi Gerindra itu menilai kekerasan seksual dengan korban anak ibarat luka tidak hanya menimbulkan kecacatan, tetapi juga traumatik dan harus segera mendapatkan perawatan terapi psikologis. "Dalam hal ini saya harap PPPA sudah mengambil langkah pendampingan dan merujuk pada perawatan untuk korban. Serta mengawal proses hukum yang akan berjalan untuk memastikan korban memperoleh hak-haknya," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.
 
Ditambahkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak ini memang seperti krisis senyap, banyaknya kasus yang tidak terungkap karena korban takut untuk melapor atau juga menganggap kasus ini sebagai aib. "Sehingga hal ini juga menjadi kendala dalam penanganan, sehingga kita patut mengapresiasi keberanian korban untuk melapor kepada pihak berwajib demikian kasus dapat segera ditangani secara serius," imbuh politisi asal Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo itu.
 
Seperti diketahui, perbuatan bejat pelaku sudah terjadi beberapa kali yang dilakukan di rumah pelaku. Ketika kedua korban bermaksud membeli besek di rumah pelaku, serta diancam akan dibunuh pelaku. [zid/lis]

Tag : cabul, sodomi, kekerasan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat