05:00 . 9 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 8 Orang di Bojonegoro   |   17:00 . Lestarikan Lingkungan DLH dan Muspika Tanam Ratusan Pohon   |   16:00 . Dinsos Dapat 500 Bantuan Kursi Roda, Berharap Tak Terpakai   |   14:00 . Begini Peran Keberadaan Posko Desa dalam Penanganan Covid-19 Secara Nasional   |   13:00 . Daerah Yang Masih Zona Oranye Harus Segera Berbenah   |   12:00 . BMKG Djuanda Prediksi Musim Hujan Selesai Dasarian II   |   11:00 . Peningkatan Kualitas Penanganan Jawa - Bali Berdampak Menekan Kasus Nasional   |   10:00 . Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.176 356 Orang   |   09:00 . Satgas Covid-19 Monitoring Strain Virus Baru   |   08:00 . Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105 Ribu Perkilogram   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   05:00 . 3 Hari Berturut-turut Kasus Konfirmasi Positif di Bojonegoro 53 Orang   |   21:00 . Razia Kamar Kos, Dua Pasangan Diamankan, Satu Diantaranya Masih Pelajar   |   20:00 . Dinsos Tiadakan Pemberian Santunan Korban Covid-19 Meninggal Dunia   |   19:00 . Personil Binamulia Bantu Masyarakat Terdampak Bencana Banjir   |  
Sat, 06 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Balita Penderita Hidrosefalus di Karangmangu

Sampai Sekarang, Orang Tua Balita Belum Tega untuk Operasi

blokbojonegoro.com | Thursday, 04 May 2017 16:00

Sampai Sekarang, Orang Tua Balita Belum Tega untuk Operasi

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Sefrina Wahyu Nusriana Qilbi, balita berumur 1 tahun asal Dusun Kalongan, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro, yang menderita penyakit hidrosefalus hingga saat ini kondisinya belum juga membaik.

Saat blokBojonegoro.com berkunjung ke rumah Agus Sutopo dan Rasmi, yang tak lain adalah kedua orang tua bocah malang tersebut, Kamis (4/5/2017), kondisi Sefrina sapaan Sefrina Wahyu Nusriana Qilbi masih memprihatinkan, dengan kondisi tubuh kecil dan terdapat benjolan besar di kepala.

Menurut sang ayah, Agus Sutopo, hingga saat ini dirinya belum berani melakukan operasi karena kondisi sang anak yang masih balita, dan juga ia tidak tega melihat sang anak apabila dioperasi.

"Untuk melakukan operasi kami tetap tidak tega, soalnya anaknya masih kecil, bahkan menurut dokter seandainya dioperasi pun kemungkinan untuk bisa disembuhkan juga kecil," kata Agus, saat menceritakan kondisi sang anak tercinta.

Sebenarnya, sambung Agus, pihak Pukesmas Ngambon juga menyarankan untuk segera dilakukan tindakan dengan operasi, namun karena ia dan istri tidak tega melihat si Safrina, lagi-lagi diurungkan niat untuk operasi.

"Akhirnya pihak Pukesmas meminta pernyataan tanda tangan di atas materai, yang intinya bahwa memang keluarga kami tidak berkeinginan untuk melakukan operasi pada anak kami," tegas bapak 3 anak tersebut.

Sekadar informasi, penyakit Hidrosefalus sendiri adalah penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel, yang mengakibatkan ventrikel-ventrikel di dalamnya membesar dan menekan organ tersebut. Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak. Hidrosefalus dapat diderita oleh segala usia, namun kasus ini sebagian besar terjadi pada bayi dan lansia. [top/mu]

Tag : hidrosefalus, balita bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat