16:00 . Hujan Disertai Angin Kencang, Tiga Pohon Tumbang ke Jalan   |   15:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   14:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   13:00 . Zahrotul Aini Peraih IPK Tertinggi yang Hobi Main Game   |   11:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan denan Vaksin dan 3M   |   10:00 . Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Baik dari Rata-Rata Dunia   |   09:00 . Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Sudah Mencapai 458.880 Orang   |   08:00 . Warga Dusun Terpencil Boti Puji Kinerja Bupati Anna   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   06:00 . 397 Pasien di Jatim Sembuh, Kasus Baru Tambah 460 Orang   |   05:00 . 5 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Kasus Baru Bertambah 5 Orang   |   23:00 . Seleksi Bojonegoro FC, Dikerucutkan Jadi 30 Pemain   |   22:00 . Era Industri, Pemkab Optimalkan Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah   |   21:00 . BPBD Bojonegoro Minta Warga Waspadai Fenomena La Nina   |   20:30 . KPC PEN Gelar Webinar Kolaborasi dengan Pemkab Bahas Vaksin Covid-19   |  
Thu, 03 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 10 May 2017 12:00

Addendum AMDAL Migas Blok Cepu

Tambah Produksi, Fasilitas Tetap Seperti Semula

Tambah Produksi, Fasilitas Tetap Seperti Semula

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -
Jumlah cadangan minyak yang mencapai 720 juta barel, operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) akan terus meningkatkan jumlah produksi sesuai dengan permintaan Pemerintah Pusat.

Yakni, yang awalnya 165.000 BPH menjadi 185.000 dan ke depan meningkat sekitar 200.000 BPH dengan addendum Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan RKL-RPL yang digelar hari ini.

Meskipun jumlah produksi meningkat, namun pihak EMCL menegaskan tidak akan menambah fasilitas yang ada di Lapangan Banyuurip. "Fasilitas produksi yang sudah disiapkan sejak 4 tahun lalu dengan tenaga kerja mayoritas dari Bojonegoro dinilai sudah cukup siap digunakan untuk meningkatkan jumlah produksi," kata Vice Presiden Communications EMCL, Erwin Maryoto saat sidang AMDAL berlangsung.

Dikatakan, penambahan produksi hanya akan ada perubahan di titik Oil Processing Facility untuk menjaga suhu agar tetap stabil, termasuk laju alir produksi. Jadi, tidak ada penambahan atau pembangunan fasilitas tambahan lagi.

"Meskipun ada penambahan jumlah produksi, EMCL memastikan bahwa dampak yang ditimbulkan dari kegiatan produksi tetap sama seperti pada 185.000 BPH sejak desember 2016," tegasnya.

Seperti diketahui, addendum AMDAL dan RKL-RPL dipimpin langsung Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, serta Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan. Berbagai stakeholder diundang untuk turut serta memberikan masukan, baik tingkat pusat, Provinsi Jatim, Pemkab Bojonegoro dan Tuban, serta masyarakat sekitar. [ito/mu]

Tag : migas, blok cepu, AMDAL, produksi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat