20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 11 July 2017 17:00

PMII Bojonegoro Sebut BUMD BBS Tak Produktif

PMII Bojonegoro Sebut BUMD BBS Tak Produktif

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dianggap Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro, tak produktif. Hal ini disampaikan Ketua Umum Ahmad Syahid, setelah melihat kinerjanya.

Syahid, panggilan Ahmad Syahid menyampaikan, BUMD BBS dinilai tidak produktif, karenanya perlu dievaluasi dan revolusi mental di badan usaha milik daerah yang mengurusi migas di Bojonegoro.

"BUMD BBS didirikan untuk menambah pemasukan asli daerah Bojonegoro, sehingga harus dioptimalkan agar bisa membuat daerah untung. Bukan sebaliknya membuat daerah merugi," terang Syahid.

Alumni IKIP PGRI Bojonegoro itu meminta, seharusnya BUMD BBS bisa produktif dan tidak membebani daerah untuk operasionalnya. Direktur PT BBS harus bertanggung jawab atas mandulnya badan usaha milik daerah ini, sebab perusahaan ini dibiayai dengan uang rakyat.

Diharapkan, inspektorat segera mengaudit BBS dan membukanya kepada publik, kenapa BUMD BBS tidak produktif selama ini. "Sebab dari awal kami sudah menyangsikan kemampuan direktur BUMD BBS dalam menjalankan tugasnya, agar bisa berkontribusi besar untuk pendapatan Bojonegoro," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : bbs, migas, bumd, bojonegoro, pmii

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat