19:00 . Pemkab Bojonegoro Adakan Musrenbang Khusus Perempuan   |   16:00 . Jajaran OPD Hingga Dandim 0813 Hadiri Pengukuhan dan Rakor MUI   |   15:00 . Kuota Belajar Berlanjut, Dana BOS Majemuk Lebih Afirmatif   |   14:00 . Pemerintah Desa Rencanakan Pembangunan Pasar Kepohbaru   |   13:00 . Muscab, Anna Mu'awanah Terpilih Jadi Ketua DPC PKB Bojonegoro   |   12:00 . Pengukuhan dan Rakor, MUI Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah   |   10:00 . DPC PKB Bojonegoro Gelar Muscab Virtual, Dibuka Gus Ami   |   09:00 . Tim Pakar Satgas Beri Penjelasan Tentang Mutasi Virus Covid-19   |   08:00 . Kesembuhan COVID-19 Meningkat Lagi Menjadi 1.189.510 Orang   |   07:00 . WHO Berharap Negara Tak Kendor Perangi Covid-19   |   05:00 . 8 Sembuh, 8 Kasus Baru dan 1 Meninggal Dunia   |   21:00 . Besok PKB Gelar Muscab, Begini Mekanisme Pemilihan Ketua   |   20:00 . Muscab PKB Tetapkan 5 Nama dari DPP   |   18:00 . Swasta Berpeluang Sukseskan Percepatan Pengembangan Vaksin Merah Putih   |   17:00 . Sambil Gowes Disdik Pantau Pemanfaatan Sifajargoro   |  
Mon, 08 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

PMII Bojonegoro Sebut BUMD BBS Tak Produktif

blokbojonegoro.com | Tuesday, 11 July 2017 17:00

PMII Bojonegoro Sebut BUMD BBS Tak Produktif

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dianggap Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro, tak produktif. Hal ini disampaikan Ketua Umum Ahmad Syahid, setelah melihat kinerjanya.

Syahid, panggilan Ahmad Syahid menyampaikan, BUMD BBS dinilai tidak produktif, karenanya perlu dievaluasi dan revolusi mental di badan usaha milik daerah yang mengurusi migas di Bojonegoro.

"BUMD BBS didirikan untuk menambah pemasukan asli daerah Bojonegoro, sehingga harus dioptimalkan agar bisa membuat daerah untung. Bukan sebaliknya membuat daerah merugi," terang Syahid.

Alumni IKIP PGRI Bojonegoro itu meminta, seharusnya BUMD BBS bisa produktif dan tidak membebani daerah untuk operasionalnya. Direktur PT BBS harus bertanggung jawab atas mandulnya badan usaha milik daerah ini, sebab perusahaan ini dibiayai dengan uang rakyat.

Diharapkan, inspektorat segera mengaudit BBS dan membukanya kepada publik, kenapa BUMD BBS tidak produktif selama ini. "Sebab dari awal kami sudah menyangsikan kemampuan direktur BUMD BBS dalam menjalankan tugasnya, agar bisa berkontribusi besar untuk pendapatan Bojonegoro," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : bbs, migas, bumd, bojonegoro, pmii


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat