21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |   17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |   16:30 . Kick Off 27 Juli, Persibo Jumpa PSM Madiun   |   16:00 . Pastikan Ikut Kompetisi, Bojonegoro FC Seleksi Setelah Lebaran   |   15:00 . Polres Bojonegoro Sidak di Pasar Kota   |   14:00 . Banyak Reseller Geliat Pakaian Bekas di Bojonegoro   |   13:00 . Bulan Mei: Hari Buku dan Kebangkitan Pendidikan di Bojonegoro dan Tuban   |   12:00 . 403 Bakal Calon Kepala Desa Berebut Kursi   |   10:00 . Kapolres: Tidak Ada Warga yang Berangkat ke Jakarta   |   09:00 . Kejar Target Drilling 2019, Pertamina EP Cepu Lakukan Sinergi dengan PDSI   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 16 August 2017 11:00

Haa! Garam Diduga Bercampur Kaca Beredar di Bojonegoro?

Haa! Garam Diduga Bercampur Kaca Beredar di Bojonegoro?

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Sejak beberapa hari terakhir ini sejumlah ibu-ibu rumah tangga di Kabupaten Bojonegoro resah terkait garam yang beredar di pasaran. Selain karena mahal dan langkanya bumbu dapur yang mempunyai rasa asin itu, juga beredar kabar bahwa ada garam yang bercampur dengan kaca yang susah larut saat bercampur dengan air. Garam bermerek tertentu yang beredar ini terlihat lebih putih dan mengkilap.

Hanya saja beberapa bongkahan garam yang berbentuk menyerupai kristal tidak mudah larut dalam air. Pada saat dicampur air beberapa bongkahan garam tidak larut dan tetap padat.

Salah satu ibu rumah tangga asal Kecamatan Sumberrejo, Suci Wulansari mengatakan, ia membeli garam di salah satu stand pasar Kapas sejak satu bulan lalu, namun belum pernah dipakai. Setelah melihat beberpa postingan di media sosial, garam yang dibelinya tersebut sama dengan merek yang diduga garam bercampur dengan kaca.

"Saya beli dua pack, kemudian saya coba larutkan di dalam air, dan ternayata benar tidak bisa larut," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Garam ini berbentuk seperti pecahan kristal atau kaca yang tajam dan juga keras di setiap ujungnya. Merek garam beryodium ini juga tidak setenar merek garam yang beredar luas di pasaran. Karena tidak pernah dijumpai dan baru diketahui saat garam mulai langka.

"Merek yang saya beli ini baru pertama kali didengar, terus kata saudara ada yang bermerek lain juga tidak bisa larut garamnya," imbuh ibu satu anak itu.

Menurut Suci, ia tidak mengetahui secara jelas apakah garam tersebut palsu atau asli. "Tidak tahu asli apa tidak, tetapi yang jelas warnanya putih sekali," terangnya. [ifa/mu]

Tag : garam bercampur kaca, garam kaca bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat