12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:15 . Via Vidcon, Wagub Emil Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:00 . Mahasiswa ini Kuliah Sambil Berwirausaha Bisnis Camilan Kurma Selimut   |   18:00 . Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Apresiasi Penanganan Covid-19 di Bojonegoro   |   17:00 . Meski Kecewa Batal Berangkat, Calon Haji Pasrah   |   16:00 . Bupati Ngopdar Bersama Pemuda Bojonegoro   |   15:00 . Ular Sanca Kembang Hebohkan Warga Balen   |   14:00 . Diduga Penyakit Mata Tak Kunjung Sembuh, Warga Desa Karangdowo Gantung Diri   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 01 March 2018 22:00

Tahap Pertama Imunisasi Difteri di Bojonegoro Terancam Molor

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Target penyelesaian imunisasi serentak atau Outbreak Response Imunization (ORI) Difteri tahap pertama di Kabupaten Bojonegoro terancam molor. Molornya dari target awal tersebut disebabkan lantaran turunnya vaksin Difteri dari Provinsi secara bertahap.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro menargetkan ORI di Kota Ledre selesai pada bulan Februari 2018 untuk tahap pertama. Sedangkan, tahap kedua selesai pada bulan Juli dan tahap ketiga selesai pada bulan Nopember 2018.

"Turunnya vaksin secara bertahap lantaran hampir di seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur juga menyatakan KLB Difteri, sehingga harus berbagi terlebih dahulu dengan kabupaten lainya" terang Kepala Dinas Kesehatan, Ninik Susmiyati.

Selain itu penyakit Difteri di Jawa Timur dianggap sudah hilang beberapa tahun yang lalu. Sehingga, stok dari vaksin sendiri hanya sedikit, lantaran tidak mengetahui kalau penyakit Difteri kembali menyerang warga Jawa Timur pada awal tahun 2018.

"Bupati Bojonegoro sendiri baru mengumumkan kalau baru menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri pada tanggal 6 Februari 2018 kemarin," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.

Selain itu, Kabupaten Bojonegoro pada akhir Februari juga diterjang luapan Bengawan Solo yang menyebabkan banyak sekolah di Kota Ledre yang libur. Sehingga, baru setelah surut Dinas Kesehatan yang dibantu dengam Puskesmas baru berjalan lagi, lantaran target adalah anak sekolah.

"Per tanggal 26 Februari kita sudah menyelasaikan 84,86 persen imunisasi dengan target awal 326.130 anak, dari usia 1 sampai 19 tahun," kata mantan Kepala RSUD Padangan ini.

Sedangkan Dinas Kesehatan mengatakan pada pertengahan bulan Maret 2018, tahap pertama ORI Difteri akan diselesaikan. Dengan target minggu pertama sudah diselesai dan minggu kedua tinggal melakukan Sweping kepada warga yang belum divaksin.

"Sweeping tersebut bertujuan menyasar masarakat yang sebelumnya belum disuntik, lantaran sebagai antisipasi warga yang sedang sakit, pergi keluar kota maupun alasan lainnya," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com.[din/col]

Tag : kesehatan, difteri, imunisasi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat