21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Thu, 28 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Blok Terminasi

Pertamina Buka Peluang Investor untuk Bermitra

blokbojonegoro.com | Monday, 14 May 2018 18:00

Pertamina Buka Peluang Investor untuk Bermitra

Reporter/Sumber: Parto Sasmito/katadata.co.id

blokBojonegoro.com -
PT Pertamina (Persero) membuka kesempatan kepada semua kontraktor yang ingin menjadi mitranya dalam mengelola blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) terminasi. Sampai saat ini belum diputuskan mengenai mitra blok tersebut, meski kontrak sudah diteken.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sebenarnya sudah ada perusahaan yang menawarkan untuk bermitra di blok terminasi. Namun, namanya masih belum bisa disampaikan ke publik. “Kami terbuka untuk perusahaan-perusahaan yang berminat,” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menyerahkan 100% hak kelola blok Migas yang kontraknya berakhir tahun ini kepada Pertamina. Blok itu yakni Blok Tuban, Ogan Komering, North Sumatra Offshore, Sanga-Sanga, East Kalimantan, Attaka dan Tengah.

Dari 100% itu nantinya, Pertamina wajib menawarkan 10% kepada pemerintah daerah. Selain itu, ada beberapa blok yang digabung yakni East Kalimantan dan Attaka. Ada juga Blok Tengah yang akan disatukan dengan Mahakam. Kebijakan mengenai delapan blok ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1793 K/12/MEM/2018.Berikut ini daftar bagi hasil Pertamina dan pemerintah di blok tersebut:

1) Blok Tuban. Kontrak 20 tahun. Bagi hasil minyak : pemerintah 44% kontraktor 56%. Bagi hasil gas : pemerintah 39% gas 61%

2) Blok Ogan Komering. Kontrak 20 tahun. Bagi hasil minyak : pemerintah 46% kontraktor 54%. Bagi hasil gas : pemerintah 41% gas 59%

3) Blok North Sumatra Offshore. Kontrak 20 tahun. Bagi hasil minyak : pemerintah 35,5% kontraktor 64,5%. Bagi hasil gas : pemerintah 30,5% kontraktor 69,5%

4) Blok Southeast Sumatera. Kontrak 20 tahun. Bagi hasil minyak 31,5% kontraktor 68,5%. Bagi hasil gas 26,5% gas 73,5%

5) Blok Sanga-Sanga. Kontrak 20 tahun. Bagi hasil minyak : pemerintah 51% kontraktor 49%. Bagi hasil gas : pemerintah 46% kontraktor 54%

6) Blok East Kalimantan dan Attaka. Kontrak 20 tahun. Bagi hasil minyak : pemerintah 39% kontraktor 61%. Bagi hasil gas : pemerintah 34% kontraktor 66%.

Nicke mengatakan alih kelola itu akan dilakukan bertahap mulai Mei nanti hingga Oktober. Delapan blok habis kontrak itu akan meningkatkan produksi sebesar 27% dari yang ada saat ini.  Adapun produksi migas Pertamina sejak Januari hingga Maret 2018 mencapai 924 ribu barel setara minyak per hari (bsmph). [mu]

Tag : migas, pertamina, blok tuban


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat