21:00 . Mahasiswa IKIP Bojonegoro Ciptakan Aplikasi Android untuk Media Pembelajaran   |   20:00 . BPJS Kesehatan Gelar Media Gathering Bersama Awak Media   |   18:00 . Jabat Sebagai Rektor UNUGIRI, Gus Arif Prioritaskan Konsolidasi Internal   |   17:00 . Peduli Korban Longsor, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Bantuan   |   16:00 . Ini Target Produksi Migas Asset 4 Field Cepu   |   15:00 . Begini Tahapan dan Syarat Menjadi Donor Plasma Konvalesen   |   14:00 . PMI Bojonegoro dan Stakeholder Rakor Terkait Plasma Konvalesen, ini Hasilnya   |   13:00 . Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Gendungarum   |   12:00 . Banyak Hoaks Covid-19, Masyarakat Harus Saring Informasi   |   11:00 . Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Banjir dan Kantor Kecamatan Rusak   |   10:00 . Bupati Bojonegoro Lantik 15 Pejabat   |   09:00 . 12 Pejabat Pemkab Bojonegoro akan Divaksin Pertama   |   08:00 . 6 Pegawai Positif, Minggu Depan Pengadilan Agama Tutup   |   07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Petani Bawang di Sekar, Masih Andalkan Bibit dari Luar

blokbojonegoro.com | Monday, 14 May 2018 10:00

Petani Bawang di Sekar, Masih Andalkan Bibit dari Luar

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Meski banyak petani yang menanam bawang merah, namun sebagian besar petani di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, belum bisa membuat bibit sendiri.

Hampir 100 persen petani di Sekar masih menggantungkan stok bibit dari wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Bibit bawang merah semua dari Nganjuk. Kualitasnya bagus jika dari sana," kata seorang petani, Marmoyo kepada blokBojonegoro.com, Minggu (13/5/2018).

Rata-rata, kata dia, petani di daerahnya belum tahu cara membuat bibit yang baik. Sehingga ketika mencoba menanam bawang merah dengan hasil bibit buatan petani lokal, pertumbuhan daunya tidak bagus.

Oleh karena itu, petani tak ada pilihan lain, selain membeli bibit dari Nganjuk. Meski terkadang harga bibit bawang selalu tinggi.

"Rata-rata harga bibit bawang Rp50 ribu perkilogram," tutur Marmo sapaan akrabnya.

Petani lain, Sumingkat menambahkan, sebenarnya petani di daerahnya masih kurang bimbingan terkait pembibitan bawang. Selama ini, petani di daerahnya hanya memikirkan bagaimana bawang merah bisa panen dengan baik.

"Kurang ada waktu untuk uji coba belajar bersama membuat bibit sendiri. Jadi petani di sini lebih memilih cara instan yaitu beli," jelasnya [top/mu]

Tag : petani bawang, petani sekar, bawang merah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat