07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |   10:00 . 501 Pendekar Se-Jawa Timur Ikuti Kejuaraan Rektor Unigoro   |   09:00 . Lulus Passing Grade Tak Menjamin Lolos ke SKB   |   08:00 . Panen Hingga Cicipi Olahan Sate Jamur Petani Binaan ExxonMobil   |   07:00 . Anak Pilek, Bolehkah Minum Es?   |   18:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Tergerus   |   17:00 . Aksi Bareng Relawan ExxonMobil   |   16:00 . Bangun Sinergitas Babinsa Ngambon Bantu Warga Atasi Longsor   |   15:00 . Pengenalan Keselamatan Berlalu Lintas, Begini Cerita Tino Voigt   |  
Thu, 27 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 20 May 2018 11:00

Panen kedua, Hasil Padi di Bubulan Menurun Drastis

Panen kedua, Hasil Padi di Bubulan Menurun Drastis

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Sebagian petani di Desa/Kecamatan Bubulan sudah mulai panen padi untuk yang kedua pada tahun 2018 ini. Namun, panen saat ini mengalami penurunan sangat drastis.

"Berkurangnya hampir separuh lebih," kata seorang petani di Bubulan, Sukimah kepada blokBojonegoro.com, Minggu (20/5/2018).

Di lahan dua petak yang ditanami padi kata dia, saat ini hanya dapat panen 6 karung. Itu pun lanjut dia, masih banyak padi yang puso (tidak ada sisinya atau masyarakat Bubulan menyebutnya gabuk).

Sedangkan, pada panen sebelumnya sekitar bulan Januari 2018 yang lalu dengan lahan yang sama bisa menghasilkan sekitar 12 karung lebih.

Penurunan panen tersebut, menurut Sukimah, disebabkan beberapa faktor, yaitu yang paling signifikan adalah karena kekurangan air. Sebab, padi yang panen saat ini ditanam di lahan tadah hujan.

"Selain itu juga banyak burung yang memakan padi. Jadi tambak rusak hasil panennya," beber Sukimah.

Di daerah itu ada sekitar 3 hektare sawah tengah panen. Kesemuanya merupakan lahan tadah hujan. "Hal itu sudah biasa. Hasil panen sedikit wajar karena kurang air," tambah petani lain, Warti. [top/lis]

Tag : padi, panen, harga


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat