09:00 . Lulus Passing Grade Tak Menjamin Lolos ke SKB   |   08:00 . Panen Hingga Cicipi Olahan Sate Jamur Petani Binaan ExxonMobil   |   07:00 . Anak Pilek, Bolehkah Minum Es?   |   18:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Tergerus   |   17:00 . Aksi Bareng Relawan ExxonMobil   |   16:00 . Bangun Sinergitas Babinsa Ngambon Bantu Warga Atasi Longsor   |   15:00 . Pengenalan Keselamatan Berlalu Lintas, Begini Cerita Tino Voigt   |   14:00 . Sukarelawan EMCL Kerjabakti di Desa Ngraho   |   13:00 . Kunjungi Omah Jamur di Ngraho, Icipi Olahan Jamur Tiram   |   12:00 . Keren...!!! Belajar dari Internet, Pemuda Bojonegoro Berhasil Buat Sepeda Listrik   |   11:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Longsor   |   10:00 . Aksi Program Relawan ExxonMobil di Desa Ngraho   |   09:00 . 1 April 2020, Parkir Berlangganan Mulai Diterapkan   |   08:00 . Musim Panen, Jasa Perontok Jagung Kebanjiran Sewa   |   07:00 . 4 Stereotip Wanita Karier yang Harus Diubah   |  
Wed, 26 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 02 July 2018 06:00

Camat Kapas, Agus Purwanto

Terus Berbenah dan Belajar untuk Jadi Lebih Baik

Terus Berbenah dan Belajar untuk Jadi Lebih Baik

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -
Serius tapi santai, santai tapi serius, begitulah sosok Camat Kapas, Agus Purwanto biasa dikenal. Siang itu, dengan hangat dan ramah pria kelahiran Kediri, 14 September 1973 itu mempersilakan blokBojonegoro.com memasuki ruangannya.

"Mulai tahun 2002 bertugas di Kabupaten Bojonegoro. Waktu itu di bagian pemerintahan," ujar Pak Agus, begitu biasa dia disapa, saat berbagi pengalaman hidupnya.

Masa kecil dan pendidikan anak ke empat dari empat bersaudara itu, lebih banyak dihabiskan di tanah kelahirannya, yakni di Kota Kediri. Mengawali pendidikan di SDN 4 Mojoroto lulus tahun 1986, Agus melanjutkan ke jenjang berikutnya di SMPN 1 Kediri dan berlanjut di SMAN 2 Kediri lulus tahun 1992.Usai lulus di bangku sekolah, kemudian Agus melanjutkan pendidikan Diploma 3 (D3) Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) lulus tahun 1995, selanjutnya kuliah di Institut Pemerintahan (IP) Jakarta, wisuda tahun 2000.

Dalam kurun waktu selama kuliah D3 hingga menjadi sarjana, Agus juga bertugas di wilayah Bali, tepatnya Kabupaten Karangasem mulai tahun 1995 hingga 2002. Di tahun 2002, dirinya kemudian mulai bertugas di Kabupaten Bojonegoro, yakni di bidang pemerintahan di sekretariat daerah.

Kurang lebih sekitar 3 tahun di pemkab, Agus kemudian bertugas di Kecamatan Bubulan dengan mejabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) mulai tahun 2005 hingga Maret 2011. Meskipun sudah bekerja dan mempunyai jabatan, namun suami dari Sudarsih ini tetap melanjutkan pendidikannya. Adalah Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya kampus yang dipilihnya untuk menempuh pendidikan Strata 2 (S2) dan wisuda di tahun 2008.

"Jangan pernah merasa puas, terus selalu berbenah dan belajar untuk menjadi lebih baik lagi," jelas bapak dari 3 anak ini.

Rasa tidak cepat merasa puas itu, juga diterapkannya dalam mengemban tugas sebagai abdi negara. Bagi pria yang mempunyai prinsip 'Kerja dan Ibadah' itu, tantangan dalam birokrasi itu satu, yakni bagaimana membuat lebih baik lagi, dengan tidak menyimpang dan sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu juga yang dilakukan di setiap kecamatan yang pernah dia tempati, di antaranya dengan dari Sekcam Bubulan sampai Maret 2011, kemudian menjabat sebagai Sekcam di Sumberejo dari Maret sampai September 2011. Kemudian masing-masing selama 2 tahun berturut-turut mejabat sebagai Camat di Malo, Temayang, Kasiman, dan saat ini di Kecamatan Kapas mulai tahun 2017 kemarin.

"Kecamatan Kapas ini ikonik. Artinya, gambaran kecil dari Kabupaten Bojonegoro," imbuhnya.

Tantangan di tempat tugasnya berada saat ini, bagaimana merefleksikan kebaikan, kemandirian dan kemajuan dari desa satu ke desa lain. Seperti diketahui, desa-desa di Kecamatan Kapas terus berbenah. Seperti Desa Mojodeso yang mendapat penghargaan sebagai desa terbaik nasional karena tatanan lingkungan dan kebersihanya. Menyusul kemudian ada Desa Plesungan dengan jargonnya, Plesungan Berhati (Bersih Sehat Rapi), kemudian Desa Kalianyar yang juga mulai mengikuti Bojonegoro Bersih, Sehat, Indah, Asri dan Rapi (Gerbang Bojonegoro Bersinar).

"Masih banyak yang harus diperbaiki. Tidak boleh lekas puas dan terus berbenah. Karena setiap kecamatan dan desa pasti SDMnya, pemahamannya dan kulturnya juga berbeda. Sehingga penangannya pun juga berbeda," tutup Agus. [ito]

Data Diri Camat Kapas
Nama        : Drs. Agus Purwanto M.Si
TTL            : Kediri, 14 September 1973
Istri            : Sudarsih S.Pd SD
Anak         : - Izzatun Nafis
                    - Ramadyius Darwisy
                   - Faris Rizqi
Pendidikan : SDN 4 Mojoroto, Kediri Lulus tahun 1986
                       SMPN 1 Kediri Lulus tahun 1989
                       SMAN 1 Kediri Lulus Tahun 1992
                       Diploma 3 (D3) STPDN tahun 1995
                      Strata 1 (S1) IP Jakarta Wisuda tahun 2001
                      Strata 2 (S2) UNTAG Surabaya wusuda tahun 2008
Karir    :- Pemkab Karangasem, Bali 1995-2002
             - Pemkab Bojonegoro 2002-2005
             - Sekcam Bubulan 2005-Maret 2011
             - Sekcam Sumberejo Maret 2011-September 2011
             - Camat Malo 2011-2013
             - Camat Temayang 2013-2015
             - Camat Kasiman 2015-2017
             - Camat Kapas 2017-Sekarang
 

Tag : profil, camat, kapas, agus, purwanto


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat