18:00 . Kirab Pusaka Haul Ke-237 Ki Andongsari (Adipati Arya Mentahun)   |   17:00 . As Roda Belakang Mobil Dump Truk Patah, Lalu Lintas Tersendat   |   16:00 . IKIP PGRI Bojonegoro Lantik Organisasi Kemahasiswaan   |   15:00 . Punya Harga Jual Tinggi Dibalik Limbah Tanaman Kedelai   |   12:00 . Zakat Upaya Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga Sangat Miskin   |   11:00 . Sempat Viral di Medsos, Kakek Pengemis Diamankan Satpol PP   |   10:00 . Diantar Keluarga untuk Mengemis, Seorang Kakek dan Wanita Muda Ditangkap?   |   09:00 . Fuul: Kampus Ungu Bersholawat Bareng Gus Azmi   |   08:00 . Ditinggal Nonton Hiburan, Rumah di Ngasem Terbakar   |   07:00 . Waspada Bila Anak Tampak Begitu Lamban dan Mudah Jatuh   |   21:00 . Bus Baru Pemkab Bojonegoro Khusus untuk Pelayanan dan Sosial   |   20:00 . Live: Kampus Ungu Bersholawat Bersama Gus Azmi   |   19:00 . Kader Baureno Nahkodai PDPM Bojonegoro   |   18:00 . Diduga Kelelahan, Staf Perhutani Ditemukan Meninggal Dunia   |   17:00 . Bus Baru Pemkab, Bupati: Untuk Pelayanan dan Sosial   |  
Mon, 16 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 07 July 2018 06:00

Blok Buku

Asiyah Sang Mawar Gurun Fir'aun

Asiyah Sang Mawar Gurun Fir'aun

Peresensi: Aliya Nur Azizah*
 
Tentang Penulis
Sibel Eraslan lahir di Uskudar, Istanbul, 1967. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Istanbul ini giat beraktivitas dalam bidang hak asasi manusia, pendidikan, pemberian jaminan kerja, dan hak-hak kaum hawa. Aktif menulis dalam majalah Teklif, Imza, Dergah, Mostar dan Haje. Sampai sekarang tercatat sebagai kolumnis dikoran Star. Novel-novelnya ditulis dengan riset mendalam. Karena itu, tidak heran jika karyanya mendapat sambutan positif di negerinya. Novel tentang Khadijah terjual lebih dari 50.000 eksemplar di negaranya. Novel itu pun telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
 
Asiyah binti Muzahim adalah salah satu cucu Raja Reyyan yang menjadi pengikut agama yang dibawa oleh Nabi Yusuf. Perjalanan Asiyah dimulai saat ia masih kecil. Apa-Aton, seorang abdi Raja Akhen bertugas melindungi Asiyah kecil dari pemberontak di bawah kepemimpinan Herembeb. Meskipun Apa buta karena kedua matanya disentuh dengan besi, keyakinan Apa terhadap Tuhan yang Satu tak pernah goyah.
 
Untuk melindungi Asiyah dari kemurkaan para pemberontak, Apa melepaskan medali kerajaan yang tergantung di lehernya. Ketika rombongan imigran terus berjalan, Apa sibuk menyiapkan daftar anak-anak yang akan dimasukkan ke dalam Akademi Kerajaan. Mereka adalah Yes, Pare-Aton, Karonaim dan Hama-Aton. 
 
Yes adalah nama lain dari Asiyah, gadis muda berusia lima belas tahun yang berparas cantik dan berhati emas. Anak kedua yaitu Pare-Aton, pemuda berasal dari Amarna yang berusia dua puluh tahun dipanggil sebutan "Ra". Ra menonjol dari keempat anak lainnya karena sifat kepemimpinannya. Anak ketiga yaitu Karonaim yang berasal dari suku Apiru biasa dipanggil dengan sebutan "Ka". Ka merupakan pemuda berusia tiga belas tahun yang jenius di bidang keilmuan. Anak terakhir yaitu Hama-Aton berumur dua puluh tahun. Panggilan kesehariannya yaitu "Ha". Sejak kecil Ha sangat cocok menjadi seorang penasihat.
 
Seperti yang sudah ditakdirkan, Ra menjadi raja Mesir dan Yes menjadi ratu yang kedudukannya sama tinggi dengan suaminya, Raja Ra. Karonaim atau Karun menjadi kepala Akademi Kerajaan, sedangkan Ha atau Hama-Aton menjadi penasihat raja. 
 
Raja Ra berubah menjadi pemimpin yang diktator dengan mempekerjakan paksa suku Apiru yang dianggap bukan suku asli. Tak hanya itu, Raja Pare-Aton juga membuat kebijakan membunuh semua bayi laki-laki yang lahir di tahun kematian.
 
Imran dan Yakobed adalah salah satu keluarga Apiru yang melahirkan bayi ditahun kematian. Bayi tersebut dihanyutkan oleh Yakobed di sungai Nil yang kemudian ditemukan oleh Ratu Asiyah dan diberi nama Musa. Meskipun sedikit ragu, Raja Pare-Aton pun mengizinkan Ratu Asiyah mengangkat bayi Musa menjadi anak karena ia tak pernah melihat senyum sang ratu begitu bahagia seperti saat bersama bayi Musa. Ratu juga memutuskan Yakobed sebagai ibu susu bayi Musa.
 
Musa tumbuh besar di bawah pendidikan istana yang sangat ketat selama tujuh tahun. Raja Pare-Amon merasa paling sempurna sehingga mengaggap dirinya sebagai Tuhan. Tak hanya itu, Raja juga menjadikan Putri Utara sebagai istri dan ratu kedua yang resmi dengan hasutan Kepala Pendeta Haman. Sang Ratu tak dapat terus diam di dalam napas Fir'aun yang terhembus sehingga Ratu Asiyah memutuskan untuk pindah menuju istana musim panas yang terletak di Delta hingga usia Musa menginjak dua puluh tahun. 
 
Sementara itu, Mesir berada dalam kesuraman. Di bawah kondisi seperti ini, tak ada cara selain memanggil Musa yang berhasil memimpin Avaris ke Istana Memphis secepatnya. Di tengah perjalanan Musa melerai penduduk Kipti yang berkelahi dengan penduduk Apiru sehingga penduduk Kipti meninggal dunia seketika, sementara itu Apiru yang menjadi penyebab kematian melarikan diri. Dia menyebarkan berita bahwa Pangeran Musa telah melakukan pembunuhan. Pangeran yang tak diberi kesempatan berbicara pun melarikan diri. Jatuh sakitnya sang Raja dalam perjalanan menuju Faiyum menyebabkan semua benang kendali di atas kuasa Haman, Kepala Pendeta hingga akhirnya Raja Pareamon meninggal dunia. Kepemimpinan dilanjutkan oleh Pangeran Menmatre yang sifatnya tak jauh dari Raja Pareamon. Ia juga menganggap dirinya sebagai Tuhan.
 
Setelah sepuluh tahun Musa menghilang, ia telah menjadi Nabi, utusan Allah. Nabi Musa kembali ke Istana Mamphis untuk menyerukan agama yang memiliki Tuhan yang Tunggal. Betapa bahagianya Sang Ratu melihat kedatangan putranya yang sangat ia rindukan. Di depan Sang Raja Fir'aun, Nabi Musa meminta Fir'aun untuk melepaskan orang-orang yang tertindas dan memberikan izin untuk melaksanakan ibadah kepada Allah. Amarah Fir'aun tak terbendung lagi. Ia menganggap Nabi Musa telah mengalami kegilaan. Nabi Musa pun membuktikan bahwa ia memang seorang utusan Allah. Ia melemparkan tongkat yang berada di tangannya ke tanah. Tongkat tersebut berubah menjadi naga besar yang bergerak cepat. Kepala Pendeta Ha menyerukan bahwa hal tersebut adalah sihir. Raja Fir'aun meminta Musa untuk melawannya beberapa hari lagi di Hari Raya Hiasan. 
 
Hari Raya Hiasan telah tiba, Raja Fir'aun telah menyiapkan tujuh puluh dua ahli sihir. Mereka menciptakan ular-ular beragam ukuran. Ketika giliran Nabi Musa tiba, ia melemparkan tongkatnya ke tanah. Dengan bantuan Allah, tongkat itu berubah menjadi ular besar yang melahap semua ular yang ada. Tujuh puluh dua penyihir seketika bersujud. Mereka bersujud beriman. Mereka tahu betul bahwa yang Nabi Musa tampilkan bukan sihir atau pun guna-guna.
 
Kemarahan Fir'aun pun semakin menjadi. Ia membunuh tujuh puluh dua penyihir yang dianggapnya berkhianat. Tak hanya itu, Fir'aun juga membakar Sultanah Asiyah dalam tumpukan kayu yang menjulang tinggi di atas pasir panas. Sultanah Asiyah tak menemukan rumah yang melindunginya ketika di dunia, sehingga ia meminta rumah yang hangat baginya di sisi Allah.
 
Kekurangan dan Kelebihan 
Novel ini memberikan pelajaran yang penting, di dalamnya pun terdapat banyak sekali hikmah yang dapat dipetik. Kisah hidup Sultanah Asiyah yang luar biasa ini menunjukkan ketangguhan seorang wanita walaupun nyawa taruhannya. Di dalam novel ini pun terdapat banyak informasi-informasi yang mungkin banyak yang belum tahu tentang raja Fir'aun dua generasi. 
 
Kekurangan novel ini terletak pada desain buku yang kurang menarik.
Identitas Buku
Penulis            : Sibel Eraslan
Penerjemah       : Ahmad Saefudin, 
                    Hyunisa Rahmanadia, Erwin Putra
Penyunting        : Bima
Penata letak      : Vidia Cahyani
Perancang sampul : Zariyal
Penerbit       : Keysa Media (Grub Puspa Swara) Anggota Ikapi
Jumlah halaman  : +444 halaman
Tebal            : 20 cm
Cetakan         : I-Jakarta 2014
                 IV-Jakarta 2016
ISBN            : 978-979-1479-75-2
 
 
*Mahasiswa STIKes ICsada, serta anggota LPM Kampus.

Tag : Resensi, blok buku

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 08 September 2019 15:00

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding Peringatan HUT Republik Indonesia merupakan suatu kegiatan yang rutin dilaksanakan seluruh masyarakat Indonesia, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang diperjuangkan oleh pahlawan terdahulu....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat