09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 19 July 2018 14:00

Perdana, Siswi Bojonegoro Raih Mendali Perunggu di Ajang OSN

Perdana, Siswi Bojonegoro Raih Mendali Perunggu di Ajang OSN

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Untuk pertama kalinya siswa dari SMA Negeri 1 Kabupaten Bojonegoro membawa pulang mendali di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Prestasi yang membanggakan tersebut diraih oleh Cahyani Tiara Saftri.

Gadis yang kerap sapa Tiara ini, sempat beberapa kali mengikuti OSN namun baru kali ini Ia lolos di OSN yang mana pesertanya berasal dari Siswa-siswi SMA jurusan IPA di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang mana pelaksanaan OSN tahun 2018 berada di Padang, Sumatra Barat.

"Ambil OSN Kebumian, dengan jumlah peserta 84, dan itu hanya diambil 30 saja. Tahun lalu hanya lolos di OSP, Alhamdulilah untuk tahun ini bisa lolos OSN," ujar Siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro kelas XII - IPA.

Dengan penuh keyakinan dan juga semangat untuk membanggakan kedua orang tuanya, serta keinginan membawa nama Kota Ledre, dan tentunya SMA Negeri 1 Bojonegoro dalam mengukir prestasi di tingkat nasional.

Siswa yang bercita-cita ingin menjadi dokter ini sekitar akhir Bulan Maret 2018 lolos Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) dengan memperoleh juara 3, kemudian satu bulan kemudian lolos di tingkat Provinsi (OSP) dengan memperoleh juara harapan 3.

"Dari Bojonegoro ada empat siswa yang ikut OSN tapi hanya dua yang dapat meraih mendali, saya dan teman saya Fauzan Ilmi. Ada 9 mata pelajaran total 74 siswa dari Jatim yang ikut serta di OSN," terang anak dua bersaudara ini.

Alumni siswa SMP Negeri 1 Bojonegoro ini, tertarik di bidang kebumian karena saat menjadi siswa SMP tidak ada hal tersebut, sebelumnya Ia sempat bingung untuk memilih antara Kebumian dengan Astronomi. Namun akhirnya lebih memilih Kebumian karena ilmu yang dipelajari lebih komplek.

"Sebelum menjadi dokter yang nantinya akan mempelajari tentang manusia, jadi belajar dulu tentang bumi yang menjadi tempat tinggal manusia," tuturnya yang diikuti dengan senyuman gadis berkacamata ini.

Di sekolah selain aktif di kelas, Ia aktif dalam mengikuti kegiatan ekstra kulikuler Olimpiade, Paduan Suara, dan Kader Kegiatan Remaja (KKR). Dan Ia juga pernah mengikuti lomba Kebumian di Tingkat Perguruan Tinggi.

Selama pelaksanaan OSN ada beberapa kesulitan yang Ia rasakan, ada beberapa tahapan di OSN yaitu Tes teori dengan 50 soal pilihan ganda, dan 8 soal esai. Tes peraga yang terdiri dari 15 tes persoal durasi waktu satu menit, alat peraga hampir 70% tentang batuan. Terakhir tes praktik (meteologi dan astronomi, dengan menggunakan alat pskimeter putar, untuk menghitung suhu, yang dapat digunakan untuk mengetahui kelembapannya.

"Waktunya cuma sedikit, selain itu kebumian karena lebih komplek jadi merasa sedikit kesulitan, tapi ternyata bukan saya saja yang merasakan itu tapi teman-teman lainnya juga. Karena doa-doa dari orang tua, guru, dan yang berada disekitar saya jadi saya dapat meraih mendali perunggu ini," jelas anak ke dua pasangan dari Suharijanto dengan Endang Kiswati.

Setelah lolos OSN nantinya akan ada pelatihan nasional (Platnas) untuk dipilih siswa yang nantinya akan mewakili Indonesia di tingkat Internasional. Ia menyebutkan 30 peserta yang telah lolos OSN akan digembleng  lagi, untuk Platnas 1 akan diambil 15 peserta, Platnas 2 akan damb 8 peserta, dan dari 8 peserta tersebut hanya akan diambil 4 peserta untuk mewakili Indonesia ditingkat Internasional.

"Jadi untuk selanjutnya persaingannya lebib ketat, harus menyiapkan mental dan belajar dengan sungguh-sungguh supaya bisa mewakili Indonesia," ungkap gadis kelahiran Tuban,14 Juni 2000.

Menurut Gadis dari Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban ini memiliki motivasi bisa membantu orang lain dengan ilmu yang telah Ia dapatkan dan  dapat menggunakannya untuk kebaikan.

"Bagi saya kalau ingin hidup jelajahi dunia itu, tapi jangan melupakan Pencipta, karena yang pertama adalah Allah yang lainnya baru mengikuti," pungkasnya. [ani/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB