10:00 . Pedagang Ngamuk, Kasatpol PP: Kita Hanya Jalankan Tugas   |   09:00 . Belum Jelas Kapan Santri Boleh Kembali ke Pesantren   |   08:00 . Melihat Sirkuit Cross Putuk Kreweng   |   07:30 . Satpol PP dan Pedagang Tarik Meja   |   07:00 . Bolehkah Anak Makan Telur Setengah Matang?   |   06:00 . Ditertibkan Satpol PP, Pemilik Warung Buang Makanan   |   19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 21 July 2018 06:00

Blok Buku

Nightmares

Nightmares

Peresensi: Risma Putri Tilana*
 
James Baldwin (25), seorang anak yatim piatu menjalani rutinitas harianya di kota kecil Watercrock, sampai pada suatu ketika mimpi-mimpi buruk datang menerornya. Secara mengejutkan semua mimpi buruk itu menjadi kenyataan keesokan harinya. Satu per satu orang-orang yang ada dalam mimpinya mati mengenaskan dengan luka tusuk dan sayatan belati disekujur tubuhnya. Mirip degan korbn Jack the Ripper yang merupakan pembunuhan berantai di kota Whitechapel, London, Inggris, pada tahun 1888. Pembunuhan yang sampai akhirnya ditutup oleh kepolisian dengan tersangka misterius. 
 
James menceritakan semua mimpinya pada Marie seorang wanita yang bekerja dengannya di kedai Mr.Walker. Ia adalah teman kecil James. Wanita yang sangat ia banggakan, ia cintai melebihi nyawanya sekalipun dan bermimpi kelak akan bersanding dengannya. 
 
Inspektur Alexander Ross dan Samuel Bloomberg sebagai asistennya, mencoba menyelediki semua kasus pembunuhan tersebut. Inspektur Alexander Ross mencurigai James sebagai pelakunya dengan bukti yang mengarah kepadanya.
Belum setengah penyeledikian berjalan, Inspektur Alexander Ross tiba-tiba turut menjadi korban dalam pembunuhan tersebut. Ia ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya sendiri.
 
Inspektur Alexander merupakan seorang bujangan yang memutuskan untuk tidak menikah di umurnya yang sudah tua. 
Samuel Bloomberg terpukul dengan kepergian Inspektur yang dibangakannya itu. Inspektur yang bekerja dengan kejujuran dan kedisiplinanya. Kini ia harus bekerja sendiri bersama secuil bukti yang ada. Kisah dalam novel ini penuh teka-teki, pembaca akan diajak berselancar dalam kasus bak detektif dalam film-film.
 
Bahasa novel ini dapat dimengerti dengan mudah oleh semua jenis kalangan dan usia. Alur cerita yang begitu menarik dengan teka teki yang menegangkan terutama di akhir cerita. Sayangnya, sampul buku tampak kurang menarik, sehingga jika tak membaca sinopsisnya maka seseorang mungkin takkan tertarik untuk mengadopsinya.
 
Identitas Buku
Judul Buku : Nightmares
Penulis :  Alexander Bonaparte Cruz
Penerbit :  Masmedia Buana Pustaka
Tahun Terbit : 2009
Tebal : 336  Halaman
*Mahasiswa STIKes ICSada, dan anggota LPM Kampus Ungu.

Tag : Blok buku, resensi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat