08:00 . BEDUK, Cara Pertamina Berbagi Bareng UKM, Komunitas dan Hiswana Migas   |   07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |   22:00 . Jelang Mudik, Kapolres Cek Jalan Nasional   |   21:00 . Kuwalahan Layani Pesanan, Industri Rumahan Rekrut IRT Tiap Ramadan   |   20:00 . Pilkades Pomahan Terancam Ditunda?   |   19:00 . Cipayung Bojonegoro Gelar Aksi Tolak People Power   |   18:00 . Per Nasabah Dijatah Rp18,7 Juta, BNI Sediakan 50 Antrean Setiap Hari   |   17:00 . Sebab Ini, Kita Bisa Didampingi Malaikat Rohmat   |   16:00 . Tradisi Ramadan, Jalan KH M Rosyid Layaknya Pasar Tumpah   |   15:30 . Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL   |   15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 21 July 2018 06:00

Blok Buku

Nightmares

Nightmares

Peresensi: Risma Putri Tilana*
 
James Baldwin (25), seorang anak yatim piatu menjalani rutinitas harianya di kota kecil Watercrock, sampai pada suatu ketika mimpi-mimpi buruk datang menerornya. Secara mengejutkan semua mimpi buruk itu menjadi kenyataan keesokan harinya. Satu per satu orang-orang yang ada dalam mimpinya mati mengenaskan dengan luka tusuk dan sayatan belati disekujur tubuhnya. Mirip degan korbn Jack the Ripper yang merupakan pembunuhan berantai di kota Whitechapel, London, Inggris, pada tahun 1888. Pembunuhan yang sampai akhirnya ditutup oleh kepolisian dengan tersangka misterius. 
 
James menceritakan semua mimpinya pada Marie seorang wanita yang bekerja dengannya di kedai Mr.Walker. Ia adalah teman kecil James. Wanita yang sangat ia banggakan, ia cintai melebihi nyawanya sekalipun dan bermimpi kelak akan bersanding dengannya. 
 
Inspektur Alexander Ross dan Samuel Bloomberg sebagai asistennya, mencoba menyelediki semua kasus pembunuhan tersebut. Inspektur Alexander Ross mencurigai James sebagai pelakunya dengan bukti yang mengarah kepadanya.
Belum setengah penyeledikian berjalan, Inspektur Alexander Ross tiba-tiba turut menjadi korban dalam pembunuhan tersebut. Ia ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya sendiri.
 
Inspektur Alexander merupakan seorang bujangan yang memutuskan untuk tidak menikah di umurnya yang sudah tua. 
Samuel Bloomberg terpukul dengan kepergian Inspektur yang dibangakannya itu. Inspektur yang bekerja dengan kejujuran dan kedisiplinanya. Kini ia harus bekerja sendiri bersama secuil bukti yang ada. Kisah dalam novel ini penuh teka-teki, pembaca akan diajak berselancar dalam kasus bak detektif dalam film-film.
 
Bahasa novel ini dapat dimengerti dengan mudah oleh semua jenis kalangan dan usia. Alur cerita yang begitu menarik dengan teka teki yang menegangkan terutama di akhir cerita. Sayangnya, sampul buku tampak kurang menarik, sehingga jika tak membaca sinopsisnya maka seseorang mungkin takkan tertarik untuk mengadopsinya.
 
Identitas Buku
Judul Buku : Nightmares
Penulis :  Alexander Bonaparte Cruz
Penerbit :  Masmedia Buana Pustaka
Tahun Terbit : 2009
Tebal : 336  Halaman
*Mahasiswa STIKes ICSada, dan anggota LPM Kampus Ungu.

Tag : Blok buku, resensi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat