07:00 . 5 Tanda Anda Berada dalam Pernikahan Tanpa Cinta   |   14:00 . Semangat Gerak Jalan, Banser Balen Siap Jaga NKRI   |   12:00 . Aneh, Pisang di Kapas Berbuah Dari Tengah Batang   |   11:00 . Agustus, Konveksi Mulai Kebanjiran Pesanan   |   10:00 . Balap Becak, Perempuan Pun Ikut Andil   |   09:00 . Rangkaian HUT RI, Warga Ngasinan Jalan Sehat Bersama   |   08:00 . Dilirik 9 Perusahaan, Disperta Butuh 10.400 Ton Tembakau   |   07:00 . Tips Alami Merawat Payudara Agar Tetap Kencang   |   06:00 . Premenstrual Syndrome   |   19:00 . Kurban Semakin Dekat, Harga Kambing Terus Naik   |   18:00 . Meriahnya Pawai Sepeda Hias Gayam   |   17:00 . Pertamina EP Tajak Sumur Wolai-001 Tepat HUT RI   |   16:00 . Ditetapkan, Inilah Total DPT di Masing-masing Dapil   |   15:00 . Perapian di Kandang Meludeskan Sebagian Rumah Warga Purwosari   |   14:00 . Kreatif, Anyaman Bambu di Sumuragung Dijadikan Hiasan   |  
Mon, 20 August 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 10 August 2018 19:00

Tangis Haru Warnai Serah Terima Bayi ke UPT PPSAB Dinsos Provinsi

Tangis Haru Warnai Serah Terima Bayi ke UPT PPSAB Dinsos Provinsi

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Tangis haru mewarnai serah terima bayi terlantar ke UPT PPSAB Dinsos Provinsi, Jumat (10/8/2018), terutama bagi keluarga yang selama ini telah mengasuhnya. Tampak beberapa kali tetes air mata keluar dari keluaga yang selama ini merawatnya. Hal itu lantaran bayi yang ditemukan di sebuah warung di Desa Banjarsari  tersebut menjadi tanggung jawab negara.

"Memang berat bagi keluarga, melepas bayi yang selama ini mereka rawat," ucap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Helmy Elisabeth.

Lanjut Helmy, selama ini bayi itu diasuh atau dirawat oleh Dwi Nurul salah satu warga desa setempat, bahkan bayi itu hendak diadopsinya. Akan tetapi, karena ada peraturam sebelum adopsi anak, orang tua asuh harus memenuhi persyaratan.

"Ya bagaimana lagi karena aturan itu. Untuk sementara, bayi itu dititipkan ke Penitipan UPT PPSAB Dinsos Provinsi," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Di sisi lain, keluarga Dwi Nurul tidak tahu apa masih bisa mengadopsi bayi yang selama ini dirawatnya. Pasalnya banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

"Nggak tau lagi, masih bisa adopsi bayi itu atau tidak," keluh Dwi sembari mengusap air mata yang jatuh di pipi.

Seperti diberitakan sebelumnya, bayi yang telantar itu kini diserahkan ke UPT PPSAB Dinsos Provinsi, karena ada aturan bayi terlantar perawatannya ditanggung oleh negara. Apabila ada pihak yang ingin merawat atau mengadopsinya harus memenuhi beberapa persyaratan dan memakan waktu yang panjang. Terlebih lagi, ada syarat orang tua asuh adalah pasangan yang sudah menikah 5 tahun dan belum dikaruniai anak. [saf/lis]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 15 August 2018 06:00

    Desa Kalianyar Rencanakan Pembangunan IPAL

    Desa Kalianyar Rencanakan Pembangunan IPAL Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terus berbenah. Setelah tahun lalu masuk di Gerakan Bojonegoro Bersinar (GBB) dan tahun ini Desa Berseri tingkat Pratama di provinsi, untuk menambah penataan lingkungan menjadi lebih baik lagi, di desa ini merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)....

    read more

Tabloid bB