12:00 . Kebab Rp5 Ribuan Enaknya Bikin Ketagihan   |   11:00 . Guyangan Park, Pelosok Kota Migas dengan Alam Mempesona   |   10:00 . Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   09:00 . Beredarnya Program Stimulus Tarif Tenaga Listrik di Masa Pandemi, ini Kata PLN Bojonegoro   |   08:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan dengan Vaksin dan 3M   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   06:30 . Angka Penambahan Kasus Positif Covid-19 Tembus 8.000   |   06:00 . Kembali Longsor, Jembatan Glendeng Ditutup Total   |   05:00 . 7 Pasien Sembuh, 7 Tambahan Kasus di Bojonegoro   |   04:00 . Angin Kencang, 3 Pohon Tumbang   |   00:00 . Jembatan Ambruk Diterjang Banjir   |   23:00 . Dukung Anak Belajar dari Rumah saat Pandemi   |   22:00 . Peduli di Masa Pandemi Covid-19, Disabilitas di Bojonegoro Bagikan Ribuan Masker   |   21:00 . Datangi Kejari di Pantura, Kajati Jatim Sebut Banyak Inovasi Kejari Bojonegoro   |   20:30 . Waspada Efek Jangka Panjang Covid-19   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 10 August 2018 19:00

Tangis Haru Warnai Serah Terima Bayi ke UPT PPSAB Dinsos Provinsi

Tangis Haru Warnai Serah Terima Bayi ke UPT PPSAB Dinsos Provinsi

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Tangis haru mewarnai serah terima bayi terlantar ke UPT PPSAB Dinsos Provinsi, Jumat (10/8/2018), terutama bagi keluarga yang selama ini telah mengasuhnya. Tampak beberapa kali tetes air mata keluar dari keluaga yang selama ini merawatnya. Hal itu lantaran bayi yang ditemukan di sebuah warung di Desa Banjarsari  tersebut menjadi tanggung jawab negara.

"Memang berat bagi keluarga, melepas bayi yang selama ini mereka rawat," ucap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Helmy Elisabeth.

Lanjut Helmy, selama ini bayi itu diasuh atau dirawat oleh Dwi Nurul salah satu warga desa setempat, bahkan bayi itu hendak diadopsinya. Akan tetapi, karena ada peraturam sebelum adopsi anak, orang tua asuh harus memenuhi persyaratan.

"Ya bagaimana lagi karena aturan itu. Untuk sementara, bayi itu dititipkan ke Penitipan UPT PPSAB Dinsos Provinsi," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Di sisi lain, keluarga Dwi Nurul tidak tahu apa masih bisa mengadopsi bayi yang selama ini dirawatnya. Pasalnya banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

"Nggak tau lagi, masih bisa adopsi bayi itu atau tidak," keluh Dwi sembari mengusap air mata yang jatuh di pipi.

Seperti diberitakan sebelumnya, bayi yang telantar itu kini diserahkan ke UPT PPSAB Dinsos Provinsi, karena ada aturan bayi terlantar perawatannya ditanggung oleh negara. Apabila ada pihak yang ingin merawat atau mengadopsinya harus memenuhi beberapa persyaratan dan memakan waktu yang panjang. Terlebih lagi, ada syarat orang tua asuh adalah pasangan yang sudah menikah 5 tahun dan belum dikaruniai anak. [saf/lis]

Tag : dinsos, bayi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat