08:00 . Panen Hingga Cicipi Olahan Sate Jamur Petani Binaan ExxonMobil   |   07:00 . Anak Pilek, Bolehkah Minum Es?   |   18:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Tergerus   |   17:00 . Aksi Bareng Relawan ExxonMobil   |   16:00 . Bangun Sinergitas Babinsa Ngambon Bantu Warga Atasi Longsor   |   15:00 . Pengenalan Keselamatan Berlalu Lintas, Begini Cerita Tino Voigt   |   14:00 . Sukarelawan EMCL Kerjabakti di Desa Ngraho   |   13:00 . Kunjungi Omah Jamur di Ngraho, Icipi Olahan Jamur Tiram   |   12:00 . Keren...!!! Belajar dari Internet, Pemuda Bojonegoro Berhasil Buat Sepeda Listrik   |   11:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Longsor   |   10:00 . Aksi Program Relawan ExxonMobil di Desa Ngraho   |   09:00 . 1 April 2020, Parkir Berlangganan Mulai Diterapkan   |   08:00 . Musim Panen, Jasa Perontok Jagung Kebanjiran Sewa   |   07:00 . 4 Stereotip Wanita Karier yang Harus Diubah   |   19:00 . Bisnis Sosial Raup Keuntungan Sekaligus Bantu Sesama   |  
Wed, 26 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 12 August 2018 07:00

Terlalu Banyak Berolahraga Memperburuk Kondisi Mental

Terlalu Banyak Berolahraga Memperburuk Kondisi Mental

Reporter: --

blokBojonegoro.com - Olahraga diyakini dapat meningkatkan kesehatan mental. Riset terbaru yang meneliti 1,2 juta orang Amerika Serikat, semakin menguatkan teori tersebut. Namun, peneliti juga menemukan kesimpulan, terlalu banyak berolahraga menghasilkan efek yang merugikan bagi kesehatan mental. 

Laman Independent menyebutkan, riset tersebut dilakukan oleh peneliti dari Yale University dan Oxford University. Kesimpulan penelitian ini diterbitkan dalam Jurnal PsikologiThe Lancet. Ada 1,2 juta orang dewasa di seluruh negara bagian AS yang menjadi responden dalam penelitian ini. 

Pengumpulan data dilakukan lewat survei Behavioral Risk Factor Surveillance System, pada tahun 2011, 2013 dan 2015. Data meliputi demografi serta informasi tentang kesehatan fisik, mental, dan rutinitas kesehatan. Dalam riset ini, peneliti menanyakan informasi tingkat stres, depresi, dan masalah emosional peserta dalam 30 hari terakhir. Peserta juga ditanya soal frekuensi berolahraga dalam 30 hari terakhir, di luar pekerjaan tetap mereka. 

Juga, berapa kali dalam seminggu atau sebulan intensitas olahraga yang mereka lakukan. Periset pun memperhitungkan usia, ras, jenis kelamin, status pernikahan, pendapatan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, indeks massa tubuh, kesehatan fisik yang dilaporkan peserta, dan diagnosis depresi sebelumnya. Dari data tersebut, periset menyimpulkan, berolahraga selama 45 menit dalam 3-5 kali seminggu adalah jumlah optimal untuk mendapatkan manfaat kesehatan mental terbesar. 

"Depresi adalah penyebab utama ketidakmampuan di dunia. Sangat penting untuk menemukan cara meningkatkan kesehatan mental melalui kampanye kesehatan masyarakat." Demikian dikatakan Dr Adam Checkroud, Asisten Profesor Psikiatri di University of Yale, dan Kepala Ilmuwan di Spring Health, AS.

Nah, olahraga dipercaya dapat menurunkan risiko gangguan kesehatan mental untuk segala usia, ras, jenis kelamin, pendapatan rumah tangga dan tingkat pendidikan. Namun, durasi dan frekuensi olahraga memainkan peranan penting dalam hal ini. 

"Kami menggunakan ini untuk mencoba dan menyesuaikan rekomendasi olahraga dan mencocokkan jenis olahraga khusus untuk setiap individu, guna meningkatkan kesehatan mental mereka," kata Checkroud. 

Tapi, seberapa sering dan seberapa banyak kita berolahraga juga memainkan peranan penting. Berolahraga kurang dari 30-60 menit dalam 3-5 kali seminggu akan mengurangi manfaat olahraga untuk meningkatkan kesehatan mental, begitu pula ketika berolahraga melebihi jumlah tersebut. Berolahraga lebih dari 90 menit masih mampu meningkatkan kondisi mental, meski tak akan berjalan secara efektif. 

Namun, berolahraga lebih dari tiga jam sehari, justru memperburuk kesehatan mental. Peneliti berpendapat orang yang berolahraga dalam jumlah ekstrim mungkin memiliki karakteristik obsesif yang membuat mereka rentan terhadap masalah kesehatan mental. "Sebelumnya, orang percaya semakin banyak olahraga yang dilakukan, semakin baik kesehatan mentalnya. Tapi, penelitian kami menunjukkan sebaliknya," papar Chekroud. Ia juga mengatakan, riset tersebut membuktikan olahraga yang dilakukan secara berkelompok efektif untuk mengatasi masalah kesehatan mental. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com, https://lifestyle.kompas.com/read/2018/08/10/184026820/terlalu-banyak-olahraga-berdampak-buruk-pada-kondisi-mental

Tag : kesehatan, mental


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat