00:00 . Ikuti GPS, Truk Pasir 40 Ton Buat Jembatan Ambruk   |   23:00 . Ketua PBNU: Tak Harmonisnya Agama dan Budaya Penyebab Konflik Timur Tengah   |   22:30 . Di Kecamatan Gondang, 3 Rumah Roboh Disapu Angin Kencang   |   22:00 . Gara-gara GPS, Truk Pasir Buat Jembatan Ambruk   |   21:30 . Ansor Sumberejo Berduka, Banser Terbaik Gugur   |   21:00 . Hujan Disertai Angin Kencang Landa 17 Desa di 4 Kecamatan   |   20:00 . Detik-detik Pohon Tumbang Hampir Timpa Kendaraan   |   19:30 . Dihantam Mobil, Warga Sambongrejo Meninggal Seketika   |   19:00 . Tangkal Paham Radikal, IAI-UNUGIRI Bumikan Islam Nusantara Melalui Seminar Nasional   |   18:30 . Dinding Pemkab Terkelupas dan Teras Taman Rajekwesi Ambruk   |   18:00 . Penampakan Gedung Pemkab, Pasca Disapu Angin   |   17:30 . Lagi, Hujan Disertai Angin Porak-porandakan Kota Bojonegoro   |   17:00 . Disapu Angin Gedung Pemda Kocar Kacir   |   11:00 . UKM Sinergi Belajar Jurnalis Bareng bB   |   10:00 . Berburu Sinyal di Atas Bukit   |  
Thu, 12 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 17 August 2018 09:00

HUT Republik Indonesia ke 73

Baru Dimulai Peserta Upacara 17 Agustus Jatuh Pingsan

Baru Dimulai Peserta Upacara 17 Agustus Jatuh Pingsan

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Puluhan pelajar dan mahasiswa peserta upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)  Republik Indonesia (RI) ke-73 di Kabupaten Bojonegoro pingsan akibat cuaca yang tidak bersahabat saat upacara berlangsung.

"Ada 40 orang yang mengalami pingsan namun tidak begitu fatal dan kami telah berusaha untuk memberikan penanganan dengan mengembalikan kesadaran mereka," kata Dewan Kehormatan PMI Bojonegoro, Muhammad Subki, Jumat (17/8/2018).

Ia mengatakan penanganan yang dilakukan untuk menyadarkan para pelajar yang mengalami pingsan ketika mengikuti upacara HUT RI Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro itu dengan cara memberikan minyak angin dan berupaya memberikan oksigen.

"Para pelajar yang pingsan ini hanya sementara saja karena kondisi badan yang sudah kecapekan karena telah berdiri, dan kemudian tidak sarapan," katanya.

Kondisi tersebut ditambah dengan cuaca yang sudah cukup panas pada jam-jam dimulainya upacara dengan Inspektur Upacara PJ Bupati Bojonegoro, Drs. Supriyanto.

Tim kesehatan yang berasal dari Dinas Kesehatan, PMR, Anggota Sibat dan relawan lainya sangat sigap menangani para pelajar yang mengalami pingsan tersebut. Bahkan, saat para peserta sudah mulai kehilangan keseimbangan para relawan langsung lari menghampiri peserta yang kelelahan.

Sementara itu salah satu peserta upacara, Atvi mengaku sebelum berangkat upacara belum sarapan. Sehingga waktu upacara baru dimulai sudah merasa pusing dan sakit perut. "Tadi belum sarapan dan juga ditambah sakit perut, akhirnya saya memilih mundur dari barisan upacara," tutur Mahasiswi asal IKIP PGRI ini.[din/col]

Tag : pingsan, pmi, upacara


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat