Pertamina Patra Niaga Gelar PINDEX 2026, Hadirkan 73 Perusahaan dan 21 Sesi Konferensi

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Pertamina Patra Niaga sukses menggelar Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 di ICE BSD Hall 10, Tangerang, pada 3–5 Juni 2026. Selama tiga hari pelaksanaan, ajang ini berhasil menarik sekitar 3.800 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari insan Pertamina Group, pelaku industri, mitra usaha, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

PINDEX 2026 menjadi wadah kolaborasi sekaligus pertukaran pengetahuan bagi para pengelola infrastruktur energi, pemilik teknologi, pengembang fasilitas, dan mitra strategis. Melalui forum ini, peserta dapat mengenal beragam produk, inovasi, serta teknologi terbaru yang mendukung peningkatan keandalan infrastruktur energi hilir.

Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, mengatakan tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan pentingnya forum yang mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem infrastruktur downstream.

"PINDEX 2026 merupakan ajang kolaborasi, sharing session antara mitra, kemudian pemilik teknologi, kemudian juga pengembang-pengembang facility, untuk kita bisa saling berkolaborasi terkait bagaimana dampaknya terhadap infrastruktur downstream," ungkap Hari.

Sebagai Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga mengelola infrastruktur energi yang terintegrasi, mulai dari fasilitas pengolahan, terminal, hingga sarana distribusi energi kepada masyarakat. Karena itu, pengembangan teknologi dan sinergi bersama mitra dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas, keselamatan, dan keandalan operasional perusahaan.

Menurut Hari, PINDEX 2026 tidak hanya mendapat respons positif dari kalangan industri, tetapi juga menarik minat akademisi, mahasiswa, serta masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan terbaru teknologi infrastruktur energi hilir.

"Selama tiga hari penyelenggaraan, tercatat sekitar 3.800 pengunjung hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Diharapkan PINDEX dapat diselenggarakan secara konsisten setiap tahun sebagai ruang untuk berbagi informasi, memperbarui wawasan teknologi, dan menciptakan kolaborasi antar perusahaan agar industri infrastruktur downstream dapat terus berkembang," jelasnya lagi.

Manfaat penyelenggaraan PINDEX 2026 juga dirasakan langsung oleh para pengunjung. Wulan, peserta asal Jakarta, menilai kegiatan tersebut membuka peluang untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jaringan profesional.

"Di sini kita juga pengen nambah relasi dan juga wawasan, dan juga koneksi di sini. Harapannya ya ke depannya yang pastinya kita bisa dapat koneksi lebih dan juga relasi," tutur Wulan.

Pendapat serupa disampaikan Nanda. Ia menilai PINDEX memberikan banyak informasi mengenai perkembangan material dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan proyek-proyek Pertamina.

"Kalau menurut aku bermanfaat banget buat kita yang berkecimpung di proyek-proyek Pertamina. Jadi, kita lebih tahu material-material dan inovasi-inovasi yang lagi ngetren zaman sekarang," ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi peserta pameran, Edi Prasaja mengapresiasi inisiatif Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan forum yang mempertemukan penyedia solusi dengan pengguna secara langsung.

"Kami sangat berterima kasih terhadap Pertamina mempunyai inisiatif untuk mengadakan acara ini. Kami melihat acara ini sangat efektif buat kami. Pertama, kami bisa bertemu benar-benar dengan konsumennya yang membutuhkan ini," katanya.

PINDEX 2026 menghadirkan 73 perusahaan dan merek dari sektor teknologi, infrastruktur energi, serta mitra strategis nasional maupun internasional. Selain pameran produk dan teknologi, kegiatan ini juga diramaikan 21 sesi konferensi yang menghadirkan para ahli untuk membahas perkembangan teknologi, pengelolaan proyek, keselamatan kerja, digitalisasi, hingga inovasi infrastruktur energi hilir.

Melalui penyelenggaraan PINDEX 2026, Pertamina Patra Niaga terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan inovasi yang mendukung keandalan operasional, memperkuat ketahanan energi, serta mendorong pengembangan infrastruktur downstream yang modern dan berkelanjutan. [feb/mad]