16:00 . 896 Pegawai dari 19 OPD di Bojonegoro Ikuti Rapid Test   |   15:00 . Agustus 2020, Pemkab Hanya Keluarkan SE Pemasangan Umbul-umbul dan Bendera   |   14:00 . Tak Lakukan Daftar Ulang, Peserta Tes SKB Dipastikan Gugur   |   13:00 . Warga Margomulyo Ditemukan Meninggal di Bengawan   |   12:00 . ESJC Bakorwil Sediakan Fasilitas Internet Gratis Pembelajaran Online   |   11:00 . Hobi Crafter, Kini Sukses Tekuni Usaha Backdrop   |   07:00 . Nasihat Ahli untuk Para Jomblo Menghadapi Kesepian di Masa Pandemi   |   21:00 . Ada 2 Orang Sembuh, 3 Pasien Dinyatakan Positif   |   20:00 . Usaha Kerupuk Girut, Pelanggan Hingga Luar Daerah   |   19:00 . RUPS Pemkab dan PT SER Sepakati Direktur Baru PT ADS   |   18:00 . PMI Serahkan Bantuan untuk 15 Ponpes dan 9 Sibat Desa   |   16:00 . Diduga Depresi, Pasien Shelter PPKS Dinsos Bojonegoro Melarikan Diri   |   15:00 . Sidang Perdana Gugatan PI Blok Cepu Ditunda, ini Sebabnya...   |   14:00 . Pandemi Covid-19, Pengangguran di Bojonegoro Capai 39.182 Orang   |   13:00 . Ini Daftar Harga Kebutuhan Pokok Usai Idul Adha   |  
Wed, 05 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 18 August 2018 07:00

Yang Terjadi Pada Tubuh Bila Menghabiskan Akhir Pekan dengan Tidur

Yang Terjadi Pada Tubuh Bila Menghabiskan Akhir Pekan dengan Tidur

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Saat akhir pekan tiba, banyak orang yang memilih menggunakan waktunya untuk tidur sepanjang hari.

Beberapa berpendapat bahwa tidur sepanjang hari di akhir pekan dapat mengatasi kurangnya tidur karena hari kerja yang dipenuhi kesibukan.

Namun, apakah cara ini benar-benar efektif?

Tidur adalah aktivitas yang diperlukan untuk menjaga tubuh dan otak agar bekerja optimal, serta mencegah kematian dini.

Tapi, kesibukan terkadang membuat sebagian dari kita tidak cukup tidur.

Menurut seorang peneliti tidur dan psikolog, ada cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi efek dari kurang tidur ini.

Dilansir dari Independent, Chin Moi Chow, seorang peneliti tidur, mengatakan meski kita bisa 'menebus' waktu tidur yang kurang, tapi itu tak akan berjalan efektif.

Ha-hari yang telah kita lalui dengan jam tidur yang kurang akan membuat memori menjadi tidak stabil.

Memori yang tidak stabil berubah menjadi stabil ketika kita tidur nyenyak. Tapi, itu tidak akan terjadi jika kesempatan untuk tidur nyenyak hilang pada hari yang sama.

Ahli saraf Leonie Kirszenblat juga mengatakan kita mampu mendapatkan kembali tidur karena sesuatu yang disebut "tekanan tidur".

Menurut Kirszenblat, tekanan tidur memberi tahu otak bahwa kita belum cukup tidur, yang kemudian dapat menyebabkan perubahan fisiologis.

Tapi, Kirszenblat mengatakan kurang tidur akan berdampak pada daya ingat meski kita tidur lebih lama di akhir pekan.

"Tidur juga membantu mengeluarkan protein beracun yang terkait dengan gangguan neurodegeneratif," kata Kirszenblat.

Siobhan Banks, selaku peneliti tidur, sependapat dengan hal ini. Menurutnya, semakin sering kita kurang tidur, semakin sulit perbaikan memori terjadi.

Peneliti tidur Gemma Paech dan psikolog Melinda Jackson juga berpendapat 'menebus' waktu tidur yang kurang tidak semudah membatalkan rencana akhir pekan hanya untuk mengganti tidur.

Paech mengatakan terlalu sering mengalami kurang tidur dapat mempengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan.

Sementara itu, tidur di akhir pekan dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan karena dapat mempengaruhi "sistem waktu sirkadian", atau jam internal tubuh, yang mengarah ke "social jet lag".

Jackson juga menerangkan adanya dampak buruk yang ditimbulkan oleh kurangnya tidur pada jam biologis kita.

“Siklus tidur hingga bangun pada manusia didasarkan pada ritme 24 jam. Setelah kita beralih ke siklus berikutnya, jam biologis kita pada dasarnya akan diatur ulang, ”katanya.

Menurut Jackson, otak kita memiliki kemampuan untuk merespons kehilangan tidur dan menyesuaikan intensitas tidur.

Jadi, berusaha untuk 'menebus' waktu tidur yang hilang di akhir pekan adalah hal yang tak akan benar-benar mengganti kekurangan tidur kita di hari lain.

Riset terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Stress Research Institute, Stockholm University, menemukan kurang tidur menyebabkan tingginya angka kematian.

Riset ini juga menemukan terlalu banyak tidur, atau lebih dari delapan jam semalam, bisa dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi.

Meskipun tidur di akhir pekan dapat mengatasi efek negatif dari kurang tidur, namun cara ini tak akan berfungsi optimal bagi perbaikan memori di otak.


Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/08/17/221546020/
yang-terjadi-pada-tubuh-bila-menghabiskan-akhir-pekan-dengan-tidur.

Tag : tidur, akhir, pekan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat