17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |   08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |  
Sat, 16 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 22 August 2018 18:00

Idul Adha di Kampung Kristen

Wujud Toleransi, Non Muslim Pun Dapat Jatah Daging Kurban

Wujud Toleransi, Non Muslim Pun Dapat Jatah Daging Kurban

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Dalam Peringatan Hari Raya Idul Adha 1439 H, umat muslim di Kampung Kristen yang merupakan nama lain dari Dusun Sidokumpul, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro membagikan daging kurban tidak hanya kepada umat muslim melainkan juga non muslim.

Kampung Kristen berjarak sekitar 16 kilometer dari Pusat Kota Bojonegoro dan perlu waktu sekitar 35 sampai 40 menit untuk dapat sampai di dusun pinggir hutan itu. Jangan lupa bawa masker bagi yang ingin berpergian ke kampung yang juga banyak dihuni anjing ini. Pasalnya, jalan yang dilintasi berdebu dan berterbangan saat terkena angin maupun setelah ada kendaraan bermotor lewat.

Meski hidup berdampingan antara muslim dan non muslim, hal tersebut tidak lantas mengurangi rasa tolenransi dalam hidup bertetangga. Nyatanya di Kampung Kristen masyarakatnya hidup damai sejahtera, meraka dapat hidup saling berdampingan dan tentunya saling berbagi ketika salah satu golongan mendapatkan rezeki.

Seperti halnya saat Idul Adha, daging hewan kurban yang telah disembelih dibagikan kepada masyarakat muslim dan non muslim. Kemudian di saat masyarakat non muslim mendapatkan bantuan bazar murah, maka masyarakat muslim juga akan mendapatkan jatah bazar murah.

"Jadi ya sama-sama saling berbagi, misalkan ada syukuran atau tahlilan kami tetap diundang dan kami juga ikut setiap kali dapat undangan, begitu juga sebaliknya," ujar salah satu penduduk non muslim, Parsidi kepada blokBojonegoro.com.

Lelaki yang akrab disapa Pak Eko ini menyampaikan, ia juga mendapatkan daging kurban yang disembelih oleh umat muslim, tidak hanya dirinya tapi masyarakat non muslim lainnya.

"Kita bagikan ke 45 umat muslim, 25 umat non muslim, dan 60 santri TPQ di Musala Darussalam," ujar Ustad Nur Husin yang mengajar ngaji di musala setempat.

Sedangkan jumlah umat muslim yang ada di Kampung Kristen ada sekitar 80 orang, umat non muslim ada sekitar 45 orang, dan ada sekitar 7 orang yang tidak melakukan ibadah di Gereja ataupun Musala.

"Jumlah penduduk ada sekitar 132 orang, terdiri dari sekitar 45 KK dan 25 KK, orang desa jadi satu rumah biasanya ditempati dua keluarga," terang Ketua RT:37 RW:10, Pujiatno.

Kampung Kristen berjarak sekitar lima puluh meter dari hutan yang berada di selatan Kampung Kristen. Ketika di Kampung Kristen jangan kaget karena masih ada anjing yang berkeliaran, anjing-anjing tersebut peliharaan umat non muslim.

Di Kampung Kristen terdapat satu Musala dan dua Gereja. Gereja itu adalah Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat atau biasa disingkat dengan GPIB sebagai tempat beribadah jemaah Kristen Protestan.

Di belakang GPIB yang hanya dipisahkan 5 rumah arah utara, Gereja Kristen Jawa Tengah Utara atau GKJTU berdiri dan juga dimanfaatkan untuk beribadah jemaah Kristen Protestan. Letak GKJTU berbatasan langsung dengan area persawahan warga.

Selain itu di utara Musala Darussalam akan didirikan bangunan untuk santri TPQ, dan bangunan tersebut masih berupa pondasi. [ani/lis]

Tag : hari raya, idul adha, kampung kristen

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat