19:00 . Kartu Petani Mandiri (KPM) Solusi Untuk Petani di Bojonegoro   |   19:00 . Khusus Kloter 75, CJH Bojonegoro Berangkat dengan Jemaah Asal Surabaya   |   18:00 . Bupati Tantang Disperta Kembangkan Tehknologi Pertanian   |   17:00 . Mudahkan Pejalan Kaki Menyebrang, 2019 Dishub Pasang Tiga Pelican Cross   |   16:00 . Ajari Anak dan Gandeng Semua Pihak Tingkatkan Peran Keluarga   |   15:30 . Bupati Bojonegoro Launching Kartu Petani Mandiri   |   15:00 . 14 Pelajar dan 1 Gepeng Terciduk Polres Bojonegoro   |   14:00 . Kelompok Tani Wanita Meriahkan Launching KPM   |   13:00 . 3.500 Hektar Sawah di Bojonegoro Kekeringan   |   12:00 . Dua Pengemis Diamankan Satpol PP, Satunya dari Luar Bojonegoro   |   11:00 . KUA dan Cabang IPHI Kanor Bentuk Banom MTP   |   10:00 . Meningkat, Kasus Persetubuhan Anak Ancam Bojonegoro   |   09:00 . Tak Ingin Produksi Migas Terus Turun, Ini Upaya SKK Migas   |   08:00 . Harga Cabai Mahal, Warga Pilih Cabai Kering   |   07:00 . Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan   |  
Wed, 24 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 29 August 2018 07:00

Waspadai, Kurang Tidur Picu Obesitas

Waspadai, Kurang Tidur Picu Obesitas

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Makan larut malam sejak lama diklaim menjadi pemicu obesitas. Namun, riset terbaru membuktikan, makan malam terlalu larut bukan penyebab utama obesitas.

Gangguan tidurlah yang dapat mengubah metabolisme, dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyimpan lemak. Hasil riset ini menambah bukti ilmiah tentang bagaimana tidur dapat mempengaruhi ritme tubuh.

Di sisi lain, hal itu pun meningkatkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung hingga diabetes. Dokter Jonathan Cedernaes, selaku pemimpin riset yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Science Advances, mengatakan, temuan ini telah menunjukkan tidur memiliki fungsi lain.

" Tidur bukan hanya untuk menghemat energi, tetapi memiliki banyak fungsi," kata dia.

Banyak riset membuktikan kerja larut malam dan kurang tidur meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Namun, alasan mengapa ini terjadi sangat sulit untuk dijelaskan.

Kurang tidur nampaknya menganggu hormon yang mengontrol nafsu makan dan rasa kenyang. Selain itu, mereka yang kurang tidur memiliki lebih banyak waktu untuk makan.

Kemungkinan besar mereka juga terlalu lelah berolahraga dan memiliki pengendalian diri yang lebih buruk ketika harus melawan godaan untuk mengonsumsi makanan tak sehat.

Riset sebelumnya yang dipimpin oleh Cedernaes membuktikan, meski hanya sedikit, kala seseorang mengalami kondisi kurang tidur, maka dia akan makan lebih banyak.  Lebih parahnya pula, ada kecenderungan mereka memilih makanan yang memiliki kandungan kalori berlebih. 

Selanjutnya, obesitas dapat meningkatkan risiko sleep apnea, masalah pernapasan yang mengganggu kualitas tidur. Riset baru ini memberikan bukti baru, bahwa kurang tidur memiliki pengaruh langsung pada metabolisme dasar, dan keseimbangan tubuh antara massa lemak dan otot.

Dalam penelitian ini, 15 peserta dalam kondisi sehat mengikuti tes kesehatan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan setelah tidur malam normal. Sementara itu, tahap kedua dilakukan usai begadang semalaman. Selama tes kesehatan, sampel lemak, jaringan otot dan darah peserta diambil untuk diteliti.

Saat peserta mengalami kurang tidur, jaringan lemak mereka menunjukkan perubahan aktivitas gen terkait dengan sel yang meningkatkan kecenderungan untuk menyerap lipid dan mengalami penyebaran.

Sebaliknya, periset melihat berkurangnya tingkat protein struktural pada otot, yang merupakan bagian penting bagi tubuh untuk mempertahankan dan membangun massa otot.

Riset epidemiologi sebelumnya juga menemukan, mereka yang bekerja saat malam dan yang kurang tidur memiliki massa otot yang lebih rendah. Ini mungkin terjadi karena faktor gaya hidup.

Tapi, riset terbaru menunjukkan ada mekanisme biologis mendasar yang berperan.

"Meski ada kemungkinan dipengaruhi oleh diet dan olahraga, kurang tidur dapat mengurangi protein yang merupakan komponen kunci dari otot," kata Cedernaes.

Riset ini menemukan peningkatan peradangan pada tubuh setelah kurang tidur, yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Namun, para peneliti mengatakan perlu dilakukan riset lebih lanjut untuk melihat apakah risiko kurang tidur, dapat berlangsung dalam waktu lama.

Hubungan antara kurang tidur dan gangguan kesehatan semakin menjadi perhatian karena banyaknya pekerja yang menggunakan sistem shift dan perubahan pola tidur di seluruh dunia.

Tahun lalu, analisis dari 28 penelitian menemukan mereka yang bekerja malam secara permanen 29 persen lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan mereka yang bekerja dengan menggunakan sistem pergantian shift.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/08/28/160000920/
waspadai-kurang-tidur-picu-obesitas

Tag : obesitas, tidur, malam

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat