19:00 . 3 Orang Sembuh, Tambahan 2 Positif Covid-19   |   18:00 . Hadirkan Hotspot Area Untuk Akses Jangkauan Informasi yang Luas   |   17:00 . Gotong Royong Masyarakat Samin yang Masih Terjaga   |   16:00 . Pandemi, Apakah Pentol Sejati Terdampak?   |   15:00 . Siap Jaga Kyai Dan NKRI, Santri IPSPN-NU Dikukuhkan   |   13:00 . 852 Modin Wanita Dapat Insentif Rp125 Ribu Tiap Bulan   |   12:00 . MTQ di Bojonegoro Dilaksanakan 15 Oktober Mendatang   |   10:00 . Perlancar Aliran Sungai, Pemkab dan Koramil Kerja Bakti   |   08:00 . Angin Kencang Akibatkan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang   |   07:00 . Berikut Ciri-Ciri Sakit Jantung   |   23:00 . Makin Maju, Pesantren Mahasiswa Attanwir Diresmikan   |   22:00 . Intip Museum Pertanian di Wisata Edukasi Pejambon   |   21:00 . Wisata Edukasi Pejambon Diresmikan Menteri Desa   |   20:00 . 2 Sembuh, Tambahan 2 Positif   |   19:00 . Hujan Deras Disertai Angin, 4 Pohon Tumbang Tutup Jalan Nasional di Balen   |  
Mon, 28 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 11 September 2018 13:00

Populasi Burung Hantu Turun, Ini Dampak pada Pertanian

Populasi Burung Hantu Turun, Ini Dampak pada Pertanian

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Rusaknya tanaman kacang hijau maupun kedelai milik petani pada musim kemarau ini, akibat hama tikus memang diakui oleh sejumlah petani di berbagai wilayah seperti di Kecamatan Dander maupun Sukosewu Kabupaten Bojonegoro.

Akibat serangan hama itu hasil panen petani tentu tidak bisa maksimal. "Hasil panen kacang hijau tidak maksimal dan banyak kacang hijau yang mati karena dikerat tikus," ujar Anwar, petani Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander.

Hal yang sama dikatakan Jamain, petani Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu. Menurutnya hama tikus menyerang tanaman saat malam hari, dan saat tanaman kacang sudah mulai tumbuh bunganya. "Iya saat kacang udah mulai tumbuh bunga, pasti diserang tikus," katanya.

Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sukosewu dan Balen, M. Qomarudin mengatakan, hama tikus di wilayah Sukosewu memang cukup membuat khawatir petani, bahkan banyak tanaman petani yang rusak akibat dimakan tikus.

"Selain itu, banyaknya hama tikus ini disebabkan karena populasi burung hantu berkurang," terang Qomarudin kepada blokBojonegoro.com.

Pria yang akrab disapa Qomar ini menambahkan, hama tikus yang merusak tanaman petani tidak terjadi di lahan pertanian di wilayah Kecamatan Balen. Ia mencontohkan tanaman kacang hijau dan kedelai di Desa Bulu, Kecamatan Balen tidak terkena serangan hama tikus.

"Di lahan tersebut populasi burung hantu dan rumah burung hantu banyak dibangun petani untuk mengurangi hama tikus, bahkan saat ini petani sudah mulai ada yang panen," jelasnya.

Oleh karenanya, agar tanaman tidak dirusak oleh hama tikus, dirinya mengungkapkan, salah satu solusinya dengan membuat rumah burung hantu. "Seperti di Desa Bulu saat ini total ada 300 hektar sawah masuk masa panen baik kacang hijau maupun kedelai," katanya. [saf/ito]

Tag : Kacang, hama, tikus


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat