16:00 . Setiap Bulan, Jumlah Warga Bojonegoro Daftar TKI Bisa Ratusan   |   15:00 . BMG Punya Dua Wartawan Utama   |   14:00 . Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Lomba Drumband di Tejo   |   13:00 . 19 Regu Meriahkan Lomba Drumband di Tejo   |   12:00 . Meriah, Trail Gayam Menantang dan Pacu Adrenalin   |   11:00 . Pemenang Motor Spirit Asian Games ini Gemetar dan Bersyukur   |   10:30 . PPLIPI Bagikan Air Mineral Kepada Pengunjung CFD   |   10:00 . Spirit Asian Games, 10 Ribu Masyarakat Bojonegoro Kompak Goyang Dayung   |   09:00 . Pelaku Seni Harus Punya NIK, ini Gunanya...   |   08:00 . 41 Wartawan Ikut UKW, 3 Dinyatakan Belum Kompeten   |   07:00 . 4 Tips Mencegah Badan Pegal Linu Ketika Bangun Tidur   |   06:00 . Ada Udang di Balik Fitnah   |   20:00 . Besok, Spirit Asian Games 2018 Kembali Digelar di Alun Alun   |   19:00 . Komitmen BMG Jadi Media Prefesional   |   18:00 . 16.468 KPM di Bojonegoro Terima Tuan Rasidi   |  
Sun, 23 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 11 September 2018 13:00

Populasi Burung Hantu Turun, Ini Dampak pada Pertanian

Populasi Burung Hantu Turun, Ini Dampak pada Pertanian

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Rusaknya tanaman kacang hijau maupun kedelai milik petani pada musim kemarau ini, akibat hama tikus memang diakui oleh sejumlah petani di berbagai wilayah seperti di Kecamatan Dander maupun Sukosewu Kabupaten Bojonegoro.

Akibat serangan hama itu hasil panen petani tentu tidak bisa maksimal. "Hasil panen kacang hijau tidak maksimal dan banyak kacang hijau yang mati karena dikerat tikus," ujar Anwar, petani Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander.

Hal yang sama dikatakan Jamain, petani Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu. Menurutnya hama tikus menyerang tanaman saat malam hari, dan saat tanaman kacang sudah mulai tumbuh bunganya. "Iya saat kacang udah mulai tumbuh bunga, pasti diserang tikus," katanya.

Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sukosewu dan Balen, M. Qomarudin mengatakan, hama tikus di wilayah Sukosewu memang cukup membuat khawatir petani, bahkan banyak tanaman petani yang rusak akibat dimakan tikus.

"Selain itu, banyaknya hama tikus ini disebabkan karena populasi burung hantu berkurang," terang Qomarudin kepada blokBojonegoro.com.

Pria yang akrab disapa Qomar ini menambahkan, hama tikus yang merusak tanaman petani tidak terjadi di lahan pertanian di wilayah Kecamatan Balen. Ia mencontohkan tanaman kacang hijau dan kedelai di Desa Bulu, Kecamatan Balen tidak terkena serangan hama tikus.

"Di lahan tersebut populasi burung hantu dan rumah burung hantu banyak dibangun petani untuk mengurangi hama tikus, bahkan saat ini petani sudah mulai ada yang panen," jelasnya.

Oleh karenanya, agar tanaman tidak dirusak oleh hama tikus, dirinya mengungkapkan, salah satu solusinya dengan membuat rumah burung hantu. "Seperti di Desa Bulu saat ini total ada 300 hektar sawah masuk masa panen baik kacang hijau maupun kedelai," katanya. [saf/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

  • Sunday, 23 September 2018 15:00

    UKW ke-24 PWI Jatim

    BMG Punya Dua Wartawan Utama

    BMG Punya Dua Wartawan Utama Blok Media Group (BMG) yang membawahi blokBojonegoro.com dan blokTuban.com punya dua wartawan dengan kompetensi Utama. Hal itu dipastikan dua perwakilan BMG; Chief Executif Officer (CEO) BMG, Muhammad Abdul Qohhar dan Pemimpin Redaksi blokTuban.com, Sri Wiyono dinyatakan berkompeten dan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 24 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Friday, 21 September 2018 21:00

    Meriah, Acara The Power of Public Speaking STAI ATTANWIR

    Meriah, Acara The Power of Public Speaking STAI ATTANWIR Jumat, (21/8/2018) menjadi hari yang istimewa bagi keluarga Kampus STAI ATTANWIR. Hari ini Aula Kampus STAI ATTANWIR tampak mahasiswa ceria mengikuti The Power of Public Speaking dengan Narasumber, Indah Fajrotuz Zahro,M.Psi dengan moderator rekanita Iza Afadha, Duta Pelajar Jawa Timur....

    read more

Tabloid bB