21:00 . PDAM Macet, Begini Tanggapan Perusahaan   |   20:00 . Masyarakat Keluhkan Air PDAM Macet   |   19:00 . Lini Depan Kurang Tajam, Pelatih Persibo Terus Berburu Striker   |   18:00 . 352.567 Rokok Ilegal Dimushakan   |   17:00 . DPMD Pastikan Seluruh Desa Sudah Terima Dana Oprasional Pilkades   |   16:00 . Persiapkan Kondisi Fisik, Tim Futsal Porprov Bojonegoro Check Up Kesehatan   |   15:00 . Tingginya Pengangguran Pencaker Kurang Manfaatkan Media Informasi   |   14:00 . Kurangi Penggangguran Pasca Kelulusan Sekolah, UPT BLK Gelar Job Market Fair 2019   |   13:00 . PU Fraksi DPRD Dijawab Pemkab   |   12:00 . Sejarah Pilkades dari Masa ke Masa   |   11:00 . Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 352.567 Batang Rokok   |   10:00 . Suporter Persibo Sambut Mantan Pemain Persipura di Juanda Surabaya   |   09:00 . Festival Tari Thengul Internasional, ini Rangkaian Acaranya...   |   08:00 . Juli, di Bojonegoro ada Acara Berskala Internasional   |   07:00 . 8 Cara Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan untuk Anak   |  
Wed, 26 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 21 September 2018 12:00

Disdik Klaim di Bojonegoro Tak Ada GTT Mogok

Disdik Klaim di Bojonegoro Tak Ada GTT Mogok

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Aksi mogok yang dilakukan oleh Guru Tidak Tetap (GTT) yang terjadi di sejumlah daerah, tidak bakal terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya GTT di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro tidak akan melakukan hal tersebut, lantaran bisa membuat kegiatan belajar siswa terganggu.

"Saya yakin kejadian GTT seperti itu tidak bakal terjadi di Bojonegoro," ucap Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Bojonegoro, Aunur Rofiq.

Disdik Bojonegoro selama ini terus berupaya memperhatikan kesejahteraan GTT, oleh karenanya Disdik yakin GTT tidak akan melakukan aksi mogok seperti yang dilakukan di daerah lain.

"Kita yakin itu, temen-temen GTT tidak akan seperti itu," katanya.

Terpisah, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bojonegoro, Ali Fatikin mengungkapkan, pihaknya juga menghimbau untuk seluruh guru agar tidak melakukan aksi mogok, pasalnya aksi mogok itu nantinya akan merugikan siswa.

"Himbauan itu sudah disampaikan kepada seluruh guru di Bojonegoro," tambah Ali kepada blokBojonegoro.com.

Adanya aksi mogok itu dikarenakan proses rekrutmen CPNS tahun ini dinilai tidak memenuhi rasa keadilan, yang mana untuk honorer Katergori 2 (K-2) bisa mendaftar CPNS apabila usia tidak lebih dari 35 tahun. Kenyataannya, banyak dari GTT K-2 yang mengajar puluhan tahun di sekolah dan kurang diperhatikan, ini usinya mereka lebih dari 35 tahun, tentu rekrutmen ini dianggap tidak berpihak.

Diberitakan sebelumnya, untuk Bojonegoro sendiri mendapat jatah CPNS 384 kursi, jumlah itu terdiri dari 245 untuk honorer K2, 16 tenaga guru, 93 tenaga kesehatan dan 30 tenaga teknis. [saf/mu]

Tag : gtt, cpns

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 24 June 2019 13:00

    Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar

    Komunitas KBM Gelar Halal Bihalal dan Kopdar omunitas Kita Belajar Menulis (KBM) Bojonegoro menggelar halal bihalal sekaligus kopi darat keempat. Acara tersebut dilaksanakan di kediaman salah satu rumah Anggota KBM, Roni Hardiawan, di Dusun Bakalan, Kepohbaru Bojonegoro....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat