17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |   16:30 . Kick Off 27 Juli, Persibo Jumpa PSM Madiun   |   16:00 . Pastikan Ikut Kompetisi, Bojonegoro FC Seleki Setelah Lebaran   |   15:00 . Polres Bojonegoro Sidak di Pasar Kota   |   14:00 . Banyak Reseller Geliat Pakaian Bekas di Bojonegoro   |   13:00 . Bulan Mei: Hari Buku dan Kebangkitan Pendidikan di Bojonegoro dan Tuban   |   12:00 . 403 Bakal Calon Kepala Desa Berebut Kursi   |   10:00 . Kapolres: Tidak Ada Warga yang Berangkat ke Jakarta   |   09:00 . Kejar Target Drilling 2019, Pertamina EP Cepu Lakukan Sinergi dengan PDSI   |   08:00 . BEDUK, Cara Pertamina Berbagi Bareng UKM, Komunitas dan Hiswana Migas   |   07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |   22:00 . Jelang Mudik, Kapolres Cek Jalan Nasional   |   21:00 . Kuwalahan Layani Pesanan, Industri Rumahan Rekrut IRT Tiap Ramadan   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 27 September 2018 15:00

Guru Honorer Bojonegoro Demo

Tak Bertemu Bupati, Ratusan GTT/PTT Berdoa di Pendopo

Tak Bertemu Bupati, Ratusan GTT/PTT Berdoa di Pendopo

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Usai melakukan audiensi dengan anggota DPRD Bojonegoro, para guru honorer GTT/PTT melanjutkan aksinya menuju Pendopo Malowopati, dengan maksud ingin bertemu dengan Bupati Bojonegoro.

Baca juga [Dewan dan Disdik Klaim Sudah Perjuangkan GTT/PTT]

"Memang usai audiensi dengan DPRD Bojonegoro, GTT/PTT langsung menuju ke pendopo untuk bertemu bupati," kata Ketua Forum Komunikasi GTT/PTT K2 Bojonegoro, Arif Ida Rifai.

Pria yang juga sebagai guru di salah satu sekolah ini hanya ingin menyampaikan beberapa tuntutan, dan menginginkan nasib GTT/PTT diperhatikan kesejahteraannya oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Meski tak bisa menemui Bupati Bojonegoro, ratusan guru itu langsung menggelar istighotsah dan doa bersama di pendopo Malowopati, dengan harapan agar nasib dan kesejahteraan para pejuang pendidikan bisa diperhatikan.

Usai istighotsah ratusan guru langsung membubarkan diri dengan tertib. Seperti diketahui, aksi damai guru itu dilakukan untuk menuntut 5 point, terlebih lagi menolak rekrutmen CPNS 2018 yang dinilai tidak berpihak pada GTT/PTT. [saf/mu]

Tag : honorer, demo

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat