07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |   22:00 . Jelang Mudik, Kapolres Cek Jalan Nasional   |   21:00 . Kuwalahan Layani Pesanan, Industri Rumahan Rekrut IRT Tiap Ramadan   |   20:00 . Pilkades Pomahan Terancam Ditunda?   |   19:00 . Cipayung Bojonegoro Gelar Aksi Tolak People Power   |   18:00 . Per Nasabah Dijatah Rp18,7 Juta, BNI Sediakan 50 Antrean Setiap Hari   |   17:00 . Sebab Ini, Kita Bisa Didampingi Malaikat Rohmat   |   16:00 . Tradisi Ramadan, Jalan KH M Rosyid Layaknya Pasar Tumpah   |   15:30 . Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL   |   15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 30 September 2018 13:00

Disbudpar Siap Dampingi Pembuatan Naskah Pawai Budaya

Disbudpar Siap Dampingi Pembuatan Naskah Pawai Budaya

Reporter: M Safuan

 blokBojonegoro.com - Pelaksanaan pawai budaya yang diselenggarakan tahun 2018 ini memang berbeda, pasalnya setiap peserta yang mengikuti harus mengusung konsep tema budaya lokal Bojonegoro. Oleh karenanya, pada saat pendaftaran seluruh calon peserta pawai budaya harus menyerahkan konsep narasi terlebih dulu, kemudian ditentukan bisa lolos verifikasinya.

"Setiap pendaftar pawai budaya, harus lolos verifikasi lebih dulu dan menyerahkan narasinya tema yang bakal diusung," kata Kabid Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, MN Taufiq Amrullah.

Taufiq menuturkan dengan mengusung tema budaya lokal itu, dimaksudkan agar masyarakat bisa mengetahui bahwa Bojonegoro kaya akan budaya, oleh karenanya, budaya tersebut harus mulai diperkenalkan kembali ke masyafakat Bojonegoro.

"Jadi setiap peserta pawai, baik mulai TK hingga SMA atau Umum juga mengusung tema budaya," bebernya.

Dengan mengangkat tema budaya lokal, pasti banyak peserta pawai akan kesulitan membuat narasi tema yang bakal diangkat, oleh karenanya pihak Disbudpar Bojonegoro mempersilahkan bagi calon peserta pawai apabila ada kesulitan dalam membuat narasi tema dalam budaya itu, pihak Disbudpar Bojonegoro memberikan pendampingan kepada calon peserta pawai.

"Jadi, saat pelaksanaan pawai berlangsung, seluruh peserta pawai benar-benar menyajikan kebudayaan lokal saat arak-arakan berlangsung," terang Taufiq kepada blokBojonegoro.com

Adapun tema untuk TK/RA yakni menyajikan atraksi menari bersama yang bertemakan Potensi buah lokal. Sedangkan utuk SD/MI menyajika menari bersama yang mengangkat potensi desa sebagai identitas kekayaan budaya dan potensi pariwisata Bojonegoro.

Tema untuk SMP/MTS pada pawai budaya mengkolaborasi musik tradisional yang bertemakan angkat budaya lokal. Sedangkan utuk SMA dan Umum tema itu bersumber dari tradisi yang kini mulai punah dan dikemas dalam bentuk upacara adat seperti pupak puser, lamaran pengantin, nyadran dan lain sebagainya.

Dengan mengusung tema yang berbeda beda itu, nantinya sajian pawai budaya bisa menjadi hiburan dan tontonan warga yang menarik dan bisa juga sebagai edukasi bagi seluruh masyarakat Bojonegoro.[saf/lis] 

Tag : wisata, budaya

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat