16:00 . Kebijakan Mendikbud Soal Sekolah Tatap Muka   |   15:00 . Update Pembangunan Jalan Rigid Beton   |   14:00 . Persiapan Kejuaraan di Jakarta Secara Virtual,10 Atlet Karate Intensifkan Latihan   |   13:00 . Pandemi, Peserta Bimbingan Kawin Dibatasi Hanya 8 Pasang   |   12:00 . Akhir Pekan, Harga Emas Turun Rp10.000   |   11:00 . Jawa Timur Bermasker   |   10:00 . Samsul Arif Berharap Persibo Bisa Naik Kasta   |   09:00 . Disdik Gowes Sambil Sambang Sekolah   |   08:00 . Usai Naik, Harga Daging Ayam Potong Turun Kembali   |   07:00 . 5 Tes Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Menikah   |   16:00 . Hingga Kini Baru Ada 11 Jemaah Ajukan Pengajuan BPIH   |   15:00 . New Normal, Jasa Rias Pengantin Mulai Bergairah   |   14:00 . Asyiknya Mancing di Kolam Ikan MCM   |   13:00 . Kalianyar Mumbul Kedatangan Anggota DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan   |   12:00 . Pandemi, Pendapatan Pajak 3 Sektor Ini di Bawah 10 persen   |  
Sat, 08 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 16 October 2018 10:00

Hari Santri Nasional (HSN)

Lomba Baca Kitab, Bu Anna Wajibkan Libatkan Ciri Santri

Lomba Baca Kitab, Bu Anna Wajibkan Libatkan Ciri Santri

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Berbagai acara diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN). Salah satunya lomba baca kitab, karena Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah mewajibkan HSN untuk melibatkan ciri khas santri.

Setidaknya jumlah peserta yang mengikuti perlombaan di masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Selasa (16/10/2018) ada 135, terdiri dari kategori Ula dan Wustho. Untuk Ula ada 83 peserta dan Wustho 52 peserta. Para peserta kategori Ula diikuti oleh 25 Ponpes dari 15 kecamatan se- Kabupaten Bojonegoro dan kategori Wustho diikuti oleh 21 ponpes dari 12 kecamatan.

"Hari Santri Nasional harus wajib berciri khas santriwan-santriwati, sekaligus melihat pondok pesantren mengajarkan qiroatil kutub apa tidak," kata Bu Anna, sapaan bupati perempuan pertama di Bojonegoro itu saat membuka lomba musabaqoh qiroatil kutub dalam rangka HSN di Masjid Agung.

Politisi PKB itu juga menceritakan, sejarah proses pengusulan HSN di tahun 2015 yang diperingati 22 Oktober, selain ada hari pahlawan 10 Nopember. Serta terjadinya resolusi jihad, bagaimana Mbah Hasyim Asy'ari mewajibkan santri diharuskan berjihad.

"Menyatukan nasional dan kaum Nahdiyin melakukan jihad, sehingga berkontribusi besar merebut kembali NKRI dari penjajah," terangnya.

Ditambahkan Bu Anna, keilmuannya salah satu baca kitab, tapi untuk Bojonegoro ini heterogen dan memang juga harus mengaplikasikan tentang kekinian ilmu.

"Tapi sebagai kota santri tentunya hanya  bisa amaliyahnya, mereka memang yang beragama Islam harus sholat lima waktu dan sebagainya. Jadi yang digoda amaliyahnya bukan sebagai ikon kota santri, karena kita sudah membuka sebagai ikon kota produktif. Sehingga kita harus bisa merespon perkembangannya dari zaman," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : HSN, Bupati, Bu Anna, santri, kitab


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat