09:00 . Sempat Bikin Heboh, Alat Berat JTB Sampai Lokasi   |   08:00 . Desa Bondol Punya Sentra Produk Kayu Jati   |   07:00 . Tips buat Orang Tua yang Merasa Sudah Over Protektif pada Anak   |   22:00 . Cuaca Tidak Menentu Petani Ngambon Pasrah   |   21:00 . Hujan Angin, Kota Bojonegoro Berduka   |   20:00 . Para Pemuda Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa   |   19:00 . 5 Gapoktan di Ngambon Terima 9 Ton Benih Jagung Hibrida   |   18:00 . Hujan Gerimis, Rumah Warga ini Disambar Petir   |   17:30 . 4 Rumah Rusak dan 18 Pohon Tumbang Saat Hujan Angin   |   17:00 . Atap Rumah di Ledok Kulon Terbang Diterjang Angin Puting Beliung   |   16:00 . Pertamina Meraih Predikat Gold di Ajang BUMN CSR Award Bali 2019   |   15:00 . Hujan Angin, Puluhan Pohon Tumbang   |   14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |  
Sun, 08 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 27 October 2018 22:00

Pimpinan Media Daring Diskusi Bersama Tempo Institute dan Teras.id

Pimpinan Media Daring Diskusi Bersama Tempo Institute dan Teras.id

Kontributor: Candra Kurniawan

blokBojonegoro.com - Pimpinan media dalam jaringan (daring) atau media online di Bojonegoro mendapat kunjungan dari media nasional, Teras.id dan Tempo Institute, yang merupakan platform dan bagian dari grup PT. Tempo Inti Media Tbk.

Bertempat di salah satu cafe di Bojonegoro, hadir pengelola Teras.id, Yosep Suprayogi dan dari Tempo Institute, Yus Ardian, serta pimpinan atau dewan redaksi media online di Bojonegoro, di antaranya Abdus Syafik, Dwi Suko Nughoro, Imam Nur Cahyo, Jatmiko, Dedi Mahdi, Harika, Eki Nur Hadi dan Parto Sasmito mewakili blokBojonegoro.com.

Dalam pertemuan berbentuk diskusi itu, Yus Ardian dari Tempo Institute mengutarakan keinginannya untuk berbagi dan mengembangkan kapasitas para awak media di Bojonegoro.

"Di diskusi ini, bisa sharing media di daerah seperti apa kondisi dan tantangannya," ujar Yus.

Imam Nur Cahyo menyampaikan bagaimana upaya meningkatkan traffic dan Search Engine Optimization (SEO) di wilayah lokal, regional mapun nasional. Hal itu juga ditimpali Abdus Syafik yang melihat kondisi di lokal antara traffic dan pengiklan, serta bagaimana media tantangan media untuk mendapat traffic tinggi, namun diimbangi dengan konten yang juga berkualitas.

Lain halnya dengan Dedi Mahdi. Jurnalis televisi yang juga aktif di organisasi jurnalis itu mengungkapkan, pengembangan kapasitas sudah sering diberikan kepada para kuli tinta. Namun, banyak yang lemah di tindak lanjutnya. Bahkan tak jarang, meski sudah disiapkan dengan matang, namun antusias dari peserta yang kurang.

Hal berbeda disampaikan Parto Sasmito, Wapimred blokBojonegoro.com itu mengakui bahwa kebutuhan setiap media pasti berbeda. Salah satunya di bB  sendiri, selain kecepatan dan kedalaman berita, juga terus up grade konten. Di antaranya infografis, videografis dan bB TV serta lebih masif bermain di media sosial yang dirasa secara otomatis juga akan meningkatkan trafik.

Masing-masing persoalan, ditanggapi oleh Yosep Suprayogi. Redaktur Pelaksana dan Kepala Pengembangan Produk Media TEMPO itu, berbagi pengalamannya mulai dari awal karier menjadi jurnalis di tahun 1987 saat masih kuliah dengan honor Rp25.000, hingga tantangan media saat ini.

Pria berambut gondrong dan berkacamata ini, membenarkan jika trafik kaitannya erat dengan kredibilitas media, serta mitra untuk memasang iklan. Dirinya juga memberikan contoh-contoh bagaimana paling sederhana  untuk meningkatkan trafik, serta pengaruh-pengaruhnya.

Dirinya juga mengakui kebutuhan masing-masing media sudah pasti berbeda. Seperti halnya di media nasional, ada karya desain grafis bagi media satu tujuannya untuk kepuasan dan lebih memanjakan pembaca, namun bagi media lain justru menjadi orientasi profit.

"Saat ini media nasional memang main di videografis, infografis dan instagram. Biasanya anak-anak muda kreatif yang bisa ambil peluang di bidang itu," papar Yosep menanggapi Jatmiko yang menyadari sumber daya manusia (SDM) di redaksi media di Bojonegoro masih terbatas. [wan/ito]

Tag : Media, daring, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat